Truk Batubara Ilegal Akan Ditindak

Posted: 01/03/2011 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Karena banyak keluhan mengenai angkutan batubara ilegal yang diduga merusak banyak jalan di daerah seperti di Muara Enim dan Prabumulih, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) segera mengecek masalah ini untuk ditindaklanjuti.
”Kalau memang sudah menyalahi aturan kita akan tindak dan tertibkan, karena katanya jumlah angkutan yang memiliki izin dan yang beroperasi tidak sama, makanya kita minta nanti (Dinas Perhubungan dan Informatika Provinsi Sumsel-red) untuk mengecek jumlah truk batubara yang sudah memiliki izin,” tegas Plt Sekretaris Daerah (sekda) Provinsi Sumsel, H Yusri Effendi Ibrahim SH MM, diwawancara di Kantor Gubernur, Selasa (25/1).
Menurut Sekda, Pemprov Sumsel hanya mengetahui jumlah truk angkutan batubara yang legal atau yang memiliki izin, sementara jumlah kendaraan tak resmi jumlahnya tidak diketahui. Untuk itulah, Pemprov Sumsel segera melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota khususnya daerah yang sering dilintasi truk pengangkut batubara. ”Karena kita akan lihat berapa banyak izin yang dikeluarkan, dan berapa banyak yang beroperasi,” ujar Sekda.
Mengenai sanksi sendiri, ia belum dapat mengutarakannya, karena harus dilakukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait, namun jika memang terbukti dapat diberikan sanksi teguran atau juga pencabutan izin beroperasi.
Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Sumsel, Ir Sarimuda MT melalui Kabid LLAJ dan Perkeretaapian, Nofri Dalimunthe mengaku, memang masih ada perusahaan yang memiliki kendaraan pengangkut batubara di Sumsel yang melebihi muatan sumbu terberat (MST) 8 ton. namun ia tidak dapat menjelaskan secara pasti dimana lokasinya.
”Anda bisa cari tahu sendiri, tapi sejauh ini memang ada kendaraan yang tidak sesuai aturan, karena buktinya ada kendaraan yang ditindak/ditilang, dan penilangan/penindakan tersebut adalah wewenang oleh Dishub kabupaten/kota masing-masing,” kata Nofri.
Nofri menerangkan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, ada sekitar 1.300 truk pengangkut batubara yang memiliki izin lintas di Sumsel, yang di bawahi delapan perusahaan yang memiliki izin.
Jika ditemukan ada kendaraan yang liar dan illegal serta melanggar aturan yang berlaku tersebut, maka Dishubkominfo Provinsi Sumsel dan Dishub kabupaten/kota secara prinsip akan siap mencabut atau tidak akan memperpanjang izin angkutan batubara yang tidak memenuhi ketentuan.
Menurut Nofri, selama tahun 2010 lalu, belum ada kendaraan yang sampai dicabut izinnya karena melanggar, ia mengatakan, semua kendaraan lintas pengangkut batubara diperbolehkan melewati jalan jika sesuai dengan ketentuan, seperti harus menggunakan kendaraan MST 8 ton sesuai dengan kelas jalan. ”Asalkan kendaraan tersebut MST 8 ton, silahkan saja, tidak ada batasan jumlahnya yang lewat, karena angkutan batubara memiliki nilai ekonomis yang harus dijual cepat,” jelasnya.Agustian Pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s