Jumlah Gizi Buruk Menurun Drastis

Posted: 01/03/2011 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

– Balita Sumsel Banyak Obesitas
InformasiPagi, Sumsel

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel mencatat, kasus gizi buruk di Provinsi Sumsel dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan drastis atau tinggal 0,08 persen saja. Selain itu, sekitar 2,39 persen bayi dibawah lima tahun (balita) di Sumsel mengalami kegemukan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Zulkarnain Noerdin melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Sumsel, dr Hj Fenty Aprina, jumlah kasus gizi buruk di Sumsel dua tahun terakhir turun drastis, yang berdasarkan data tahun 2010 lalu dari 777.240 balita di Sumsel hanya 157 balita atau 0,08 persen saja yang mengalami gizi buruk dan tersebar di 15 kabupaten/kota di Sumsel. ”Kalau dibandingkan angka kasus gizi buruk secara nasional yang mencapai 17,9 persen, angka kasus gizi buruk di Sumsel masih sangat rendah,” jelasnya.
Ia mengutarakan, kasus gizi buruk yang terjadi di Sumsel tersebut mayoritas diakibatkan bawaan penyakit keturunan atau diderita si balita sejak lahir, sehingga tubuhnya lemah dan kurus, seperti yang ditemukan di Kabupaten Ogan Ilir beberapa waktu lalu. Menurutnya, jika ada kasus gizi buruk murni, maka sejak lahir bayi jarang asupan makan dari orangtuanya, bisa karena faktor ekonomi atau faktor lain.
“Balita-balita gizi buruk tersebut sudah ditangani secara insentif oleh rumah sakit daerah masing-masing, bahkan kondisinya sudah mulai membaik,” ujarnya.
Selain itu, Fenty juga mengungkapkan, berdasarkan pantauan status gizi balita Sumsel pada tahun 2010 lalu, sekitar 1.500 balita di Sumsel atau sekitar 2,39 persen mengalami kegemukan. Salah satu faktor penyebab balita kelebihan gizi dan gemuk tersebut, karena pola makan yang diberikan orangtua tidak seimbang, padahal secara medis di usia balita, pemberian sumber kalori pada balita harus dikontrol.
“Tapi, penyebab kegemukan juga bisa karena faktor keturunan dari orangtua si balita, misalnya bapak atau ibu balita hobi makan dan tidak mengontrol pola makannya, sehingga dipastikan anaknya ikut-ikutan sampai dewasa. Rata-rata balita yang mengalami kegemukan ini dari keluarga yang mampu,” katanya.
Upaya antisipasi meningkatnya jumlah balita kelebihan gizi di Sumsel, pihaknya terus melakukan sosialisasi melalui petugas penyuluhan yang disebar ke tingkat desa di seluruh kabupaten/kota di Sumsel.
Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumsel, Nilawati berharap, dengan banyaknya kondisi balita di Sumsel yang mengalami kegemukan tersebut, pihak Dinkes Provinsi Sumsel juga Dinkes di kabupaten/kota dimintanya menggalakkan sosialisasi pola makan sehat, untuk memberikan pengertian dan wawasan kepada orang tua balita.Agustian Pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s