Silpa 2010 Mencapai Rp388 Miliar

Posted: 23/02/2011 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Karena lambannya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumsel di 2010, SILPA (sisa lebih pengunaan anggaran) pada tahun 2010 lalu tercatat mencapai Rp388 Miliar, dari total APBD yang sekitar Rp3,4 Triliun.
Hal ini diungkapkan Kepala Biro Keuangan dan Aset Provinsi Sumsel, Laonma PL Tobing, Sabtu (22/1). Ia mengatakan, SILPA tersebut terjadi dari belanja yang tidak terealisir, misalnya belanja pegawai, lalu dari dana bagi hasil yang sekitar Rp140 M, kemudian dari belanja langsung di SKPD-SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang bersumber dari sisa lelang, atau kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan atau faktor lainnya.
“SILPA ini juga datang dari pendapatan yang melebihi target sekitar Rp41 M, yaitu dari semua komponen PAD (pendapatan asli daerah-red), baik itu retribusi, pajak daerah dan lainnya. Pendapatan yang melebihi target ini juga berpotensi menambah SILPA, dan ada banyak case (kasus) lain yang membuat terjadinya SILPA ini,” kata Laonma.
Lebih lanjut sambung Laonma, jumlah SILPA 2010 yang tercatat mencapai Rp388 M tersebut, bukan angka terakhir dan dipastikan akan bertambah lagi, karena pihaknya masih akan me-recount (menghitung ulang–red) dan mengecek lagi dengan SKPD-SKPD. Hanya saja, penambahan SILPA 2010 ini tidak akan terlalu banyak. “Angkanya tidak akan bertambah banyak dan hanya sedikit, masih disekitar angka Rp388 lebih sedikit, dan itu bisa diabaikan,” ujar mantan Kepala Bagian Tata Usaha BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Timur) ini.
Ditambahkannya, SILPA 2010 memang sudah dapat diprediksi akan terjadi sejak akhir tahun lalu, karena di pertengahan Desember 2010 realisasi penyerapan APBD Provinsi Sumsel baru sekitar 75 persen, menyisakan 25 persen APBD belum terserap dan tidak terserap sampai penutupan tahun 2010.
Potensi terjadinya silpa tersebut, salah satunya dari dinas yang berkaitan dengan program gratis, seperti program sekolah gratis di Diknas juga berobat gratis itu yang menimbulkan SILPA. “Karena seperti program berobat gratis, ini kan berdasarkan klaim yang diajukan, jika tidak diajukan klaimnya maka tidak dapat direalisasikan pembayarannya,” pungkas Laonma.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s