Seleksi Pendaftar Rumah Murah Informal Ketat

Posted: 23/02/2011 in Uncategorized
Tags: , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Berbeda dengan seleksi pendaftar rumah murah sektor formal tipe 36 di Jakabaring untuk kalangan PNS, Guru dan lainnya, dalam melakukan seleksi pendaftar rumah murah sektor informal tipe 21 di Kelurahan Keramasan Kertapati untuk buruh kasar, penarik becak, pengojek dan lainnya, panitia harus berhati-hati dan menyeleksi secara ketat.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel, Ir Rizal Abdullah Dipl.He MT kemarin, Jumat (21/1) di kantornya. Menurut Rizal, dari target 1.000 unit rumah sektor informal di Kelurahan Keramasan yang akan dibangun, hingga kemarin rumah murah informal sudah terbangun mencapai 450 unit rumah. Namun, pihaknya tidak hanya memikirkan fisik bangunan saja, melainkan juga siapa pendaftar yang berhak memiliki rumah tersebut melalui proses seleksi untuk akad kredit nanti.
“Pembangunan rumah ini bisa saja cepat, tapi dalam membangun kita juga harus memikirkan infrastrukturnya juga, dan untuk seleksi sudah ada panitia yang sedang menjalankan proses penyeleksian untuk akad kredit. Tapi, karena berbeda dengan sektor formal, seleksi untuk akad kredit di sektor informal ini kami harus berhati-hati, karena banyak hal yang harus diperhatikan,” kata Rizal.
Kehati-hatian yang dimaksud, pihaknya akan mempertimbangkan dulu pendaftar sektor informal yang juga memiliki penghasilan lain, dari pendaftar yang hanya berpenghasilan pas-pasan. Karena tidak semua pendaftar sektor informal seperti penarik becak akan lulus seleksi, dan dengan berstatus miskin saja tidak berarti bisa lulus. “Artinya, kehati-hatian dalam menentukan siapa orang yang dapat, orangnya tetap orang miskin, seperti ada pembuktian tidak memiliki rumah dan syarat lainnya. Selain itu juga, misalnya dia penarik becak dan hanya berpenghasilan dari becak, suatu saat ia jatuh sakit selama seminggu dan tidak bekerja bagaimana ia bisa membayar kredit per bulannya ?” kata Rizal.
Dijelaskannya, jika menyeleksi pendaftar sektor formal dari kalangan PNS, Guru dan lainnya tidak terlalu sulit, karena mudah dilacak, gaji per bulannya sudah pasti, juga dapat diketahui ia melakukan peminjaman atau tidak, memiliki rumah atau tidak. “Sejauh ini, ada sekitar 10 unit rumah murah di keramasan yang kita tolak karena miring, kalau miring atau retak kita tolak langsung, karena kita yang akan membuat kelayakan bangunan, jadi kita akan cek satu-satu kalau tidak beres kita tolak,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel, dr Aidit Aziz menjelaskan, berdasarkan data terakhir panitia seleksi dari Pemprov Sumsel, telah didapatkan 800 nama yang lulus administrasi tahap awal, dari sekitar 20 ribu pendaftar rumah murah informal kalangan buruh, pencuci, penarik becak, sopir, pengojek dan lainnya.
“Data 800 pendaftar yang lulus ini, kita serahkan ke pihak Bank Sumsel Babel Syariah untuk dilakukan seleksi/studi kelayakan apakah mampu membayar kredit rumah per bulannya atau tidak, jika dinilai tidak mampu maka akan gugur dan digantikan pendaftar lain,” jelasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s