Gubernur Minta Rumah Sakit Jangan Sandera Pasien

Posted: 19/02/2011 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengaku terkejut mendengar ada pasien miskin yang ‘disandera’ pihak salah satu rumah sakit swasta, dan tidak boleh pulang karena belum melunasi biaya administrasi berobat. Gubernur akan mendalami kasus ini, dan meminta agar rumah sakit tidak lagi menyandera pasien miskin.
Menurut Gubernur, secara pribadi ia belum mengetahui ada informasi tersebut, namun seharusnya hal tersebut tidak boleh terjadi, karena pasien miskin telah dibantu dengan jaminan kesehatan melalui Jamsoskes Sumsel Semesta dari Pemprov Sumsel. “Kita akan cek masalah ini sampai dimana, kalau perlu Pemprov Sumsel yang menanggulanginya, tapi ini tidak boleh terjadi, karena sebenarnya seluruhnya sudah kita jamin kesehatannya,” kata Gubernur di Kantor Gubernur, kemarin, Rabu (19/1).
Ia menjelaskan, program kesehatan gratis di Sumsel pelaksanaannya baru memasuki tahun kedua, sehingga tentu masih banyak ditemukan kendala sama di lapangan, seperti saat program ini diterapkan di Kabupaten Muba beberapa tahun lalu. “Inilah yang saya katakan, program ini baru masuk tahun kedua dan masih banyak kendala di sana sini,” katanya.
Alex mengaku kecewa, jika hal ini memang terjadi ia berjanji kendala dan permasalahan ini, akan diselesaikan sampai ke akar-akarnya dan tidak hanya sekedar akan menalangi pengobatannya saja. “Tidak boleh menyandera orang seperti itu, jangan dong. Tapi, tentunya rumah sakit ada pertimbangan, jadi kita harus mendengar (statemen-red) kedua belah pihak,” tutupnya.
Selain itu, saat disinggung tentang ada kebijakan dari Menteri Kesehatan RI yang akan mencanangkan program berobat gratis, bagi pasien kelas III di seluruh rumah sakit pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia, ia mendukungnya, namun Sumsel tidak akan mencabut program berobat gratis yang sudah dijalankan. “Yang jelas, tidak akan tumpang tindih anggaran nantinya, dan dana yang sudah dialokasikan Rp240 miliar, bisa saja dialihkan untuk peningkatan layanan kesehatan, seperti program peningkatan sarana rumah sakit, pendidikan perawat, atau lainnya,” ujarnya.
Terpisah, Humas RSI Siti Khodijah, Aris menjelaskan, yang menjadi kendala adalah, pasien tersebut tidak melalui jalur Jamsoskes Semesta melainkan jalur umum, baru setelah tiga haru mengajukan perubahan sehingga sulit untuk disetujui. “Tapi masalah ini sudah diselesaikan, tapi untuk masalah biaya yang sudah berjalan harus tetap dibayarkan, dan diberikan keringanan dengan mencicil,” jelasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, di salah satu rumah sakit swasta di Palembang ada pasien bernama Masdaliah (31) warga Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, pasien dilarang pulang karena menurut pihak Rumah sakit, pasien tersebut belum melunasi biaya berobatnya terlebih dulu sekitar Rp3,6 juta.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s