Posted: 19/02/2011 in Uncategorized

InformasiPagi, Sumsel
PT Reliance India Minati Batubara Sumsel
Palembang, BP

Setelah PT Adani Global dari India berani menanamkan investasinya di Sumsel membuat rel kereta api (KA) double track 273 Km pengangkut batubara dari Tanjung Enim menuju Tanjung Api-api (TAA). PT Reliance Coal Recources Pvt Limited yang juga investor India mengutarakan minatnya, hanya saja masih terjadi tawar-menawar rute akhir angkutan, semula dari Mura-Jambi, namun Pemprov Sumsel menawarkan rute Mura-TAA.
Demikian terungkap saat perwakilan PT Reliance Coal Recources Pvt Limited, melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dan jajaran Pemprov Sumsel di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (19/1), dalam rangka pembahasan mengenai Project Batubara dan Persiapan Penandatanganan MoU di India.
Usai rapat, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Sumsel, Ir Permana mengatakan, setelah investor India sebelumnya yaitu PT Adani Global yang menanamkan investasi rel KA di Sumsel, ada investor India lain yaitu PT Reliance berminat membangun rel KA pengangkut batubara di Sumsel, dengan investasi yang akan ditanamkan cukup besar mencapai sekitar dua Miliar USD.
“Hanya saja mereka ini ingin membuat rel kereta apinya dari Mura ke Jambi, tapi Gubernur memiliki kebijakan agar batubara kita tidak diangkut ke luar Sumsel, karena kita memiliki pelabuhan sendiri yaitu TAA, kenapa harus ke Jambi dan tidak ke Sumsel saja,” kata dia.
Menurutnya, jika batubara diangkut ke luar Sumsel, maka yang akan menikmatinya orang luar Sumsel dan masyarakat Sumsel sendiri tidak sejahtera, seperti yang selama ini dilakukan yaitu rel batubara ke Lampung. “Untuk itulah, pak Gubernur menawarkan agar batubara ini diangkut ke TAA saja, kalau memang mereka ingin membangun rel KA seperti PT Adani Global,” jelas dia.
Pasalnya sambung Permana, jika dipersingkat maka jarak Mura-Tanjung Enim-TAA akan lebih dekat hanya 80 Km, sementara untuk Mura ke Jambi mencapai 230 KM. Karena ada perbedaan keinginan dari investor dan Pemprov Sumsel ini, rute akhir pengangkutan batubaranya masih dalam proses tawar-menawar/bargaining. “Mudah-mudahan PT Reliance ini juga mau menanamkan investasinya seperti PT Adani Global,” harapnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumsel, Eddy Hermanto SH MM menambahkan, karena rutenya ke luar Sumsel yaitu dari Lubuk Linggau ke Muara Saba Jambi, sepanjang 230 KM. Eddy memperkirakan PT Reliance akan menemui kendala pada pembebasan lahan, namun berbeda jika rute tersebut berada di lokasi wilayah Sumsel sendiri maka akan dijamin. ”Mereka ini baru paparan saja dan baru penjajakan, apakah memungkinkan atau tidak menanamkan investasinya, dan kita akan lihat dulu desainnya,” tutup dia.0ian

agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s