Pemprov Pegang Nama 800 Pendaftar Rumah Murah Informal

Posted: 16/02/2011 in Uncategorized
Tags: , , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Kepanitiaan seleksi rumah murah sektor informal tipe 21 di Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati dari Pemprov Sumsel, untuk sementara telah mendapatkan 800 nama pendaftar dari sekitar 20 ribu pendaftar rumah murah sektor informal yang lulus administrasi tahap awal. Dalam waktu dekat 800 nama tersebut akan diserahkan ke pihak Bank Sumsel Babel Syariah untuk diseleksi kelayakan mengkredit.
Demikian diungkapkan Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel, dr Aidit Aziz diwawancara Sabtu (16/1). Ia mengatakan, dari sekitar 20 ribu pendaftar rumah murah informal kalangan buruh, pencuci, penarik becak, sopir, pengojek dan lainnya, panitia seleksi dari Pemprov Sumsel telah mendapat 800 nama yang lulus administrasi tahap awal. “Ada 800 orang yang sudah oke (yang lulus-red),” kata Aidit.
Setelah mendapatkan 800 orang, pihaknya sesegera mungkin akan menyerahkan data 800 pendaftar tersebut ke pihak Bank Sumsel Babel Syariah untuk dilakukan seleksi/studi kelayakan apakah mampu membayar kredit rumah per bulannya atau tidak, jika dinilai tidak mampu maka akan gugur dan digantikan pendaftar lain. “Untuk mengetahui layak tidaknya pendaftar tersebut mengkredit rumah, itu kan wewenang Bank Sumsel Babel Syariah, merekalah yang mengetahuinya,” jelasnya.
Menurut Aidit, sama seperti pendaftar rumah murah sektor formal tipe 36 di Jakabaring, yang semula pendaftar sekitar 2.000-an orang setelah diseleksi administrasi hanya 284 yang layak mengkredit, bagi yang setelah dicek sisa gaji mereka tidak mencukupi dan tidak layak mengrkredit rumah maka tidak akan disetujui. “Misalnya untuk rumah murah sektor formal, kan sementara ini lolos 284 orang, sementara rumah disediakan 1.000 unit, maka sisa rumah murah sebanyak 716 unit pendaftarnya akan diseleksi di gelombang dua, teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut,” katanya.
Disinggung mengenai perkembangan terakhir pembangunan rumah murah sektor informal, Aidit mengatakan, secara detail ia belum mendapatkan laporan, karena untuk pembangunan tersebut sudah diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumsel.
Sementara itu, Kepala Dinas PU CK Provinsi Sumsel, Ir Rizal Abdullah Dipl.He MT melalui Kabid Tata Perumahan dan Bangunan Dinas PU CK Provinsi Sumsel, Ir H Fazadi Afdanie MS MT, menjelaskan, untuk sementara bangunan unit rumah murah sektor informal yang rampung sudah mencapai 100 unit lebih, namun untuk yang sudah dalam proses penyelesaian sudah lebih dari 200 unit.
Menurutnya, hingga kini pembangunan terus dilakuan meski beberapa lalu sempat ditemukan kondisi rumah yang miring dan dirobohkan, pihaknya bersama developer rumah murah akan mempelajari dan mengkaji beberapa faktor lain yang menjadi kendala pembangunan ini, sehingga ke depan dapat berjalan lebih lancar ke depan.
Ia menjelaskan, rumah murah di Keramasan tersebut berada di dua lokasi yang berhadapan, satu sisi seluas 5,69 hektar dan sisi lainnya 6,40 hektar. Untuk akses jalan masuk ke rumah murah yang belum memadai akan segera dilakukan penimbunan tanah menggunakan dana APBD, karena kondisi sekarang masih berupa rawa. Selain pendanaan dari APBD, pihaknya juga menunggu bantuan dana dari Kementrian Perumahan Rakyat RI.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s