Erupsi Gunung Api Dempo Bisa Capai 10 Km

Posted: 16/02/2011 in Uncategorized
Tags: , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

– Waspada Gunung Dempo ’Batuk’ Sejak Dini

Kondisi Gunung Api Dempo kini berstatus normal aktif, meski tidak berbahaya erupsi Gunung Api Dempo dapat terjadi kapan saja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mulai melakukan antisipasi dan membuat peta resiko bencana sejak dini. Disebutkan, jika meletus erupsi Gunung Api Dempo capai radius 8-10 kilometer (km).
Demikian terungkap dalam seminar dan dialog sehari membahas hasil penelitian sementara, pembuatan peta resiko rawan bencana Gunung api Dempo, di ruang rapat kantor BPBD Sumsel, Rabu (12/1).Rapat dipimpin langsung Ketua BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto SH, dihadiri Tim akademisi dari Fakultas Matematika dan IPA UNSRI, BPBD kabupaten/kota, Tim SAR, Tagana Sumsel, BMKG dan pihak terkait lainnya.
Kepala BPBD Provinsi Sumsel, Yulizar Dinoto SH mengatakan, bekerjasama dengan tim akademisi dari Fakultas Matematika dan IPA UNSRI pihaknya membuat peta resiko bencana, namun pembuatan peta resiko rawan bencana khususnya Gunung Api Dempo ini bukan berarti Gunung Api Dempo akan meletus, melainkan guna mengantisipasi sejak dini.
”Kita lakukan studi tentang resiko bencana secara detail, studi tentang evakuasi, studi tentang resiko rawan bencana yang meliputi tanah longsor, puting beliung dan banjir, juga termasuk Gunung Api Dempo Pagaralam ini,” katanya yang akrab disapa Noto ini.
Menurutnya, Gunung Api Dempo ini sekarang statusnya normal aktif, meski tidak berbahaya pemerintah dan masyarakat tetap harus waspada, sehingga sejak dini mulai harus serius melakukan antisipasi dari hal yang tidak diinginkan ke depan, baik mencegah terjadinya Gunung Api Dempo erupsi atau lainnya. ”Kita dapat mengadakan penyuntikan, yaitu salah satu teori yang bisa dilakukan untuk mencegah jangan sampai larva Gunung Dempo menumpuk dan banyak, tapi ini butuh biaya besar,” jelasnya
Hal penting lainnya, menyiapkan masyarakat agar tidak kaget atau panik saat terjadi bencana nanti, sehingga diperlukan simulasi bencana erupsi Gunung Api Dempo yang rencananya dilakukan tahun ini juga di kaki Gunung Api Dempo Pagaralam. Simulasi untuk mengetahui apa yang harus dilakukan masyarakat saat terjadi bencana, baik jalur penyelamatan diri dan lainnya. ”Untuk simulasinya nanti menunggu pendanaan dari BNPB, dan kemungkinan nanti kita akan buat miniatur Gunung Api Dempo sehingga simulasi lebih maksimal,” urainya.
Ia menjelaskan, banyak masukan dari seminar yang didapatkan, seperti pembuatan sirine peringatan bencana di Gunung Api Dempo, penambahan fasilitas, peralatan penunjang dan lainnya, termasuk menyebarkan peta bencana/buku dan brosur secara gratis ke penduduk yang tinggal di daerah rawan erupsi Gunung Api Dempo.
Selain itu, tiga daerah yang harus akan disosialisasikan gencar yang akan terkena dampak erupsi Gunung Api Dempo jika meletus, yaitu Kota Pagaralam dan kawasan terdekat sekitar Kota Pagaralam seperti Kabupaten Empat Lawang dan Lahat.
Ia menjelaskan, setelah rapat pembahasan pertama kemarin, akan dilakukan rapat dan studi lanjutan, yang mempertimbangkan analisis topografi detail, morfologi detail, arah angin, jumlah penduduk, luasan pemukiman serta arah erupsi dan lain-lain. ”Meski diperkirakan daerah bencana aliran lava dan lahar berada di sisi barat laut, tapi masih juga tergantung arah angin, karena walaupun daerah yang berada di luar garis batas zonas bukan berarti pasti aman, tapi semua harus waspada,” pintanya.
Sementara itu, Tim Akademis Fakultas MIPA Unsri, Sutopo menjelaskan, Gunung Api Dempo merupakan salah satu gunung api di Indonesia yang berstatus aktif dan suatu saat akan terjadi erupsi, namun tidak dapat diketahui kapan erupsi itu akan terjadi. ”Yang pasti, dalam waktu dekat ini dari pantauan kita, dari sesmografnya dan tremol-tremol tidak ada penunjukkan keaktifan Gunung Api Dempo seperti Gunung Bromo, Krakatau dan lainnya,” kata dia.
Dalam melakukan penelitian Gunung Api Dempo, pihaknya berkonsultasi dengan pakar Direktorat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi yang selama ini mengurusi Gunung Api Dempo. Berdasarkan penelitian, jika Gunung Api Dempo erupsi maka laharnya akan membuka ke arah barat daya, antara Muara Pinang-Pendopo-Lintang dan sekitarnya, dan jika terjadi awan panas maka akan sampai ke Pagaralam. ”Pusat rawan bencana khususnya awan panas itu dalam radius 8 km dari pusat Gunung Api Dempo,” ungkapnya.
Untuk itulah, sosialisasi memang harus digalakkan, baik sebelum, saat dan sesusdah terjadinya bencana, karena dengan sosialisasi masyarakat akan tahu langkah yang dilakuan ketika terjadi bencana. ”Status Gunung Api Dempo sekarang normal aktif dan kita masih harus waspada, masyarakat kita minta jangan terpancing isu, tapi tetap harus mengikuti perkembangan dan informasi dari pemerintah,” pintanya.
Mengenai pembuatan peta resiko bencana sendiri, diperkirakan akan selesai 3-4 bulan ke depan, peta akan menjelaskan jalur evakuasi secara detail, jumlah penduduk dan lainnya. Dengan adanya peta tersebut secara otomatis masyarakat akan mengerti, dan dapat meminimalisir dampak ketika terjadi erupsi Gunung Api Dempo.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s