Bulog Diminta Beli Kelebihan Beras Petani

Posted: 16/02/2011 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

– Atasi Penjualan Beras Ke Luar Sumsel

InformasiPagi, Sumsel

Agar beras di Provinsi Sumsel tidak dijual ke luar Sumsel, pihak Bulog diminta membeli kelebihan beras di petani dalam kondisi apapun, agar tidak dibeli tengkulak untuk dijual ke luar Sumsel.
Permintaan ini diutarakan Bupati Banyuasin, H Amiruddin Inoed, yang daerahnya produsen beras terbesar di Sumsel, saat ditanya mengenai wacana tidak menjual beras ke luar Sumsel, karena disela Sumsel surplus beras, namun harga beras di Sumsel melambung tinggi karena banyak beras Sumsel dijual ke luar.
Menurut Amiruddin Inoed, tidak ada larangan penjualan beras ke luar Sumsel, namun ada beberapa cara untuk meminimalisir dan mengantisipasi agar beras Sumsel tidak dijual ke luar. “Memang gak ada larangan dijual ke luar, hanya saja tentu kita imbau kepada pihak Bulog, yang harusnya begitu panen petani, dia membeli kelebihan padi petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP-red) dalam bentuk kualitas apapun. Karena jika tidak dibeli maka akan dibeli tengkulak, kalau sudah dibeli tengkulak maka akan dijual ke luar,” kata dia usai menghadiri rapat di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel Jumat (14/1), membahas persiapan kunjungan kerja Wakil Presiden RI tanggal 21-22 Januari 2011 ke Sumsel terkait peninjauan sentra produksi beras dan raker ketahanan pangan.
Selain itu, ia juga menyarankan kepada para petani khususnya di Banyuasin, jika usai panen agar kelebihan padi petani langsung dijual ke bulog, karena bulog akan membeli dengan HPP yang harganya akan menguntungkan petani itu sendiri. “Kalau harga di petani di atas HPP, bulog juga bisa tetap membeli tapi pemerintah harus mensubsidi bulog, kan bulog itu punya pemerintah jadi pemerintah siapkan dana untuk mensubsidi bulog. Sehingga bulog setiap tahun akan mampu mengadakan hampir lebih kurang empat juta ton beras, karena kalau mau aman stok beras di gudang bulog harus ada 4 juta ton,” jelasnya.
Ia juga mengimbau kepada para pedagang, agar ketika sedang panen raya, jangan mengimpor beras dari luar Negeri, karena jika itu dilakukan maka harga beras di dalam Negeri dipastikan jatuh, pada akhirnya para petani di Sumsel akan dirugikan. “Itu pendapat saya,” ujarnya.
Terakhir ia menerangkan, Kabupaten Banyuasin memang merupakan daerah produsen beras terbesar di Provinsi Sumsel, yang memiliki kelebihan per bulan sebesar 350 ribu ton beras, dan berdasarkan data statistik tahun 2009 Kabupaten Banyuasin daerah nomor satu produsen beras terbesar di Sumsel, menyusul Ogan Komerin Ilir, dan ketiga OKUT. “Kalau di Banyuasin adalah lahan pasang surut seluas 165 ribu hektar, kalau OKI lahan pasang surut ditambah tadah hujan, dan OKUT lahan irigasi teknis Belitang,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s