Dinas Pertanian Galakkan Tanam Cabai

Posted: 19/01/2011 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Dinas Pertanian Tanaman Pangan, dan Holtikultura (TPH) Provinsi Sumsel, kembali menggalakkan tanam cabai dilingkungan masyarakat, untuk mengimbangi meningkatnya kebutuhan disela produksi cabai yang menurun dan harga cabai yang melambung tinggi.
Kepala Dinas TPH Provinsi Sumsel, Hj Nelly Rasdiana mengatakan, pihaknya tidak dapat memungkiri jika harga cabai melambung tinggi di pasaran, meningkatnya harga cabai ini akibat produksi cabai menurun karena kondisi alam dengan perubahan iklim yang ekstrim akhir-akhir ini, perubahan iklim tidak hanya merugikan kesehatan manusia namun juga membuat kondisi tanaman khususnya di Sumsel menurun.
“Apalagi tanaman cabe, tanaman cabe ini sangat sensitif sekali, jika saat mulai berbunga dan berbuah lalu turun hujan bercurah tinggi, jamur dan virus akan banyak menyerang tanaman cabai ini, sehingga produksinya agak menurun karena beberapa pengaruh itu,” kata Nelly, usai membuka acara Pembukaan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Semester II, di Hotel Jayakarta Daira, Senin (10/1).
Menurutnya, Provinsi Sumsel memang masih memasok komoditas cabai dari luar Provinsi Sumsel, seperti Pulau Jawa dan Sumatera Barat, dan akibat bencana alam di Pulau Jawa seperti gunung merapi dan lainnya memengaruhi persediaan cabai khususnya di Provinsi Sumsel.
“Salah satunya karena faktor bencana itu produksi cabai di Jawa menurun, nah sehingga kita kekurangan pasokan dari Jawa dan membuat melambungnya harga cabai di Sumsel, tapi harga cabai di Sumsel tidak setinggi di Jawa yang mencapai Rp100 ribu lebih, di Sumsel baru dikisaran Rp40 ribu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di Provinsi Sumsel sentra penanaman cabai ada disemua daerah, namun terbanyak berada di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin menyusul daerah lainnya. “Secara detail angka produksi tanaman cabai di Sumsel saya lupa, tapi kalau kondisi sekarang memang produksinya menurun meski tidak begitu drastis dan di bawah 50 persen terjadi menurun, karena produksi berkurang membuat harga di pasar naik,” kata dia.
Komoditas cabai ini memang menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat dimintanya untuk mulai menggalakkan menanam kebutuhan rumah tangga lain seperti cabai, terong dan lainnya di lingkungan rumah masing-masing. “Jadi, dengan mulai menanam cabai disekitar pekarangan rumah, kita harapkan dapat mengatasi kebutuhan cabai di rumah tangga ketika harga cabai melambung tinggi. Sebenarnya ini sudah lama kita lakukan bekerjasama tim penggerak PKK, tapi di lapangan ibu rumah tangga lebih cenderung menanam tanaman hias,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel, H Eppy Mirza mengatakan, untuk permasalahan produksi, distribusi atau suplai demand komoditas cabai, bukan wewenang pihaknya melainkan Dinas Pertanian yang melakukan pemantauan khususnya pasokan cabai ke Sumsel. “Cabai bukan termasuk dalam pengawasan kita, Disperindag mengawasi seperti Sembako, pupuk dan semen,” katanya singkat dan tidak mau berkomentar banyak.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s