Rumah Murah Sengaja Dirobohkan

Posted: 08/01/2011 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumsel, mengaku, rumah murah sektor informal tipe 21 di Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati, sengaja dirobohkan agar tidak menimpa bangunan rumah lain.
Kepala Dinas PU CK Provinsi Sumsel, Ir Rizal Abdullah Dipl.He MT melalui Kabid Tata Perumahan dan Bangunan Dinas PU CK Provinsi Sumsel, Ir H Fazadi Afdanie MS MT mengatakan, pihaknya sudah meneliti dan ternyata bangunan itu memang sengaja dirobohkan satu unit, karena kondisinya sudah miring dikhawatirkan menimpa bangunan rumah lain.
“Kita ingin meluruskan, bangunan rumah murah di Keramasan bukan roboh melainkan memang sengaja dirobohkan dan enam rumah kondisinya miring, posisinya berubah dan ada penurunan sehingga developer itu akan merobohkannya untuk dibangun kembali,” kata dia mengklarifikasi di kantornya, Kamis (6/1).
Ia berpendapat, kemungkinan rumah yang miring tersebut yang tidak sesuai dengan pelaksanaannya, akibat developer yang memborongkan lagi pembangunan rumah murah dengan tukang. Tapi secara persis, pihaknya belum mengetahui apakah bangunan tersebut sudah sesuai spek atau belum, namun dengan adanya banjir kondisi pondasi bangunan akan terpengaruh. “Tapi kalau ada penurunan itu pasti ada sesuatu,” katanya.
Meski ditemukan ada kondisi rumah yang miring, program pembangunan akan tetap diteruskan, dan pihaknya akan mempelajari kondisi yang terjadi dan mengkaji kembali beberapa faktor lain yang menjadi kendala agar pembangunan ini dapat berjalan lebih lancar ke depan.
“Diharapkan pembangunan ini berjalan simultan, dana pembangunan ini dari bermacam-macam sumber seperti APBN juga APBD, perlu ada sinergi antara berberapa pihak untuk melanjutkan program rumah murah ini agar tetap berjalan, dan kita berharap pembangunannya cepat selesai,” kata dia.
Menurutnya, rumah murah di Keramasan ini berada di dua lokasi yang berhadapan, satu sisi seluas 5,69 hektar dan sisi lainnya 6,40 hektar. Untuk akses jalan masuk ke rumah murah yang belum memadai akan segera dilakukan penimbunan tanah menggunakan dana APBD, karena kondisi sekarang masih berupa rawa. Selain pendanaan dari APBD, pihaknya juga menunggu bantuan dana dari Kementrian Perumahan Rakyat RI.
”Untuk rumah murah sektor informal tipe 21 di Kelurahan Keramasan ini pendaftarnya sudah mencapai 20 ribu orang, namun berapa jumlah yang sudah diseleksi itu bukan wewenang kita, Biro Kesra Provinsi Sumsel yang menanganinya,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s