Developer Rumah Murah Diminta Tingkatkan Pengawasan

Posted: 08/01/2011 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Terkait ambruknya beberapa unit rumah murah tipe 21 program rumah murah sektor non formal Pemprov Sumsel di Jalan Singadekane Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati, Pemprov Sumsel melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumsel, meminta pihak developer meningkatkan pengawasan, menjalankan pembangunan sesuai spek dan sesuai perencanaan.
Menurut, Ketua DPD REI Sumsel, Oka Murod, kerusakan bangunan rumah murah di Kelurahan Keramasan merupakan faktor alam, pemukiman berada di atas rawa dan berdekatan dengan jalan raya yang dilewati truk-truk bermuatan lebih, sehingga terjadi getaran yang membuat pergeseran dan bangunan rumah menjadi rusak. ”Tapi, kerusakan ini akan segera diperbaiki,” katanya diwawancara di kantornya, kemarin Rabu (5/1).
Ia mengatakan, dengan adanya kerusakan tersebut masyarakat tidak dirugikan, karena rumah belum ditempati bahkan akad kredit rumah murah tersebut belum dilakukan. Agar tidak ada kejadian kerusakan rumah lagi, pihaknya berencana membuat DAM di sepanjang jalan untuk menahan getaran sehingga tidak berdampak kepada bangunan rumah.
”Kita juga berterimakasih atas masukan dari DPRD, kita tetap berharap semua pihak tetap saling mendukung program rumah murah milik Gubernur dan Wagub ini, agar cepat terealisasi dan rampung, karena program ini sangat mulia untuk masyarakat kalangan bawah,” jelas dia.
Pihaknya memastikan, konstruksi rumah murah tipe 21 di Keramasan ini sudah sesuai spek, begitu juga material yang digunakan sudah sesuai aturan, atas kerusakan ini juga masih dalam pengawasan kontraktor untuk segera diperbaiki.
Terpisah, mendapatkan informasi ada bangunan rumah murah yang roboh, pihak Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumsel, langsung meninjau ke lapangan kemarin.
Kepala Dinas PU CK Provinsi Sumsel, Ir Rizal Abdullah Dipl.He MT melalui Kabid Tata Perumahan dan Bangunan Dinas PU CK Provinsi Sumsel, Ir H Fazadi Afdanie MS MT mengatakan, setelah dilakukan peninjauan langsung ke lapangan, pihaknya menemukan ada enam unit rumah yang ambruk namun berada di dalam satu kawasan dan berdekatan, tidak terpisah-pisah. Dalam artian, hanya satu developer yang melakukan kesalahan.
”Kita lihat memang ada yang tidak sesuai dengan spek, seharusnya pondasi itu harus dipasang kayu gelam dulu baru dipondasi, karena di sana daerah rawa. Jika ada yang rusak dan ambruk seperti itu, kita tidak akan terima, karena harus ada sertifikat layak huninya,” katanya.
Namun, setelah melakukan koordinasi dengan pihak pemborong, pemborong berjanji segera membangun baru, intinya ia berharap, ke depan empat developer yang membangun rumah murah tersebut dapat meningkatkan pengawasan pembangunan rumah, harus sesuai spek dan menerapkan sesuai perencanaan. ”Kita sudah meminta pihak pemborong segera memperbaikinya, karena itu resiko mereka, pemerintah tidak rugi, mereka lah yang rugi,” jelasnya.
Disinggung mengenai akan dibuatnya DAM pada di tepi jalan untuk menghambat getaran, menurutnya tidak akan berpengaruh besar namun, sesuai perencanaan di kawasan tersebut memang akan pembatas dengan penghijauan, agar tidak pemukiman tidak terkesan kumuh dan juga dapat mengurangi kebisingan. ”Adanya penghijauan nanti tidak akan terlalu berpengaruh menghilangkan getaran, getaran masih ada meski sedikit,” jelasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s