Sarjana Hukum Jangan Langgar Hukum

Posted: 29/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Saat turun ke lingkungan masyarakat setelah menamatkan kuliahnya, para alumni sarjana hukum diminta untuk percaya diri, kuat dan tegas. Tidak hanya itu, sarjana hukum agar menjadi penerang bagi masyarakat lingkungannya dan yang terpenting, sarjana hukum agar jangan melanggar hukum yang berlaku dan sudah ditentukan.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H Eddy Yusuf, mengatakan, seorang sarjana hukum agar menjamin kejernihan tentang pelaksanaan hukum di tengah-tengah masyarakat, dan juga menjadi pencerah atau penerang bagi masyarakat tentang masalah keadilan saat berkiprah dilingkungan masyarakat, sehingga yang dibutuhkan rakyat kepada para ahli hukum ini dapat terwujud.
“Penegak hukum ini tugasnya harus benar-benar melindungi yang benar dan menghukum yang salah, karena itulah keadilan dan jangan diputarbalikkan seperti yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan. Jika kita hidup ditengah-tengah orang lain, maka keadilan adalah hal yang utama bagi seorang sarjana hukum,” kata Eddy pada acara Pelantikan Sarjana Hukum dan Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (UNSRI), di Fakultas Hukum UNSRI Palembang, kemarin Sabtu (18/12).
Lebih lanjut kata Eddy, para sarjana hukum dimintanya tidak melanggar hukum, karena rakyat menunggu keadilan dari para penegak hukum khususnya sarjana hukum. “Kalau kita memahami hukum maka jangan sampai kita melanggar hukum itu, kalau keadilan dijalankan dengan sistem yang benar dan diatur orang yang punya hati nurani, sistem itu nantinya akan bagus,” katanya yang merupakan alumni UNSRI lulusan Fakultas Hukum ini.
Ia juga berpendapat, seorang sarjana hukum tidak serta merta setelah menamatkan kuliahnya harus menjadi dosen, pengacara, jaksa atau hakim, tapi sarjana hukum dapat berkiprah di segala bidang. “Misalnya, kalau dia menjadi seorang pekebun, maka dia akan jadi pekebun yang memahami aturan dan hukum yang berlaku,” kata Eddy.
Selain itu, di dalam lingkungan keluarganya, Eddy juga menekankan kepada anak-anaknya, agar setelah tamat kuliah tidak harus monoton menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Menjadi seorang PNS maka harus siap dengan segala kekurangan, karena PNS itu penghasilannya terbatas dan kecil,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s