Rayakan Tahun Baru Jangan Hura-Hura

Posted: 29/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

– Rayakan Tahun Baru Dengan Kegiatan Edukatif
InformasiPagi, Sumsel

Perayaan tahun baru masehi 2011 mendatang, agar jangan diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, bahkan sampai menjerumus kepada kegiatan yang sifatnya hura-hura. Baiknya perayaan tahun baru diisi dengan kegiatan yang lebih edukatif.
Demikian diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumsel, KH Sodikun diwawancara di secretariat MUI Sumsel di Jalan Kapten Anwar Sastro, kemarin, Senin (20/12). Menurutnya, paradigma merayakan tahun baru masehi dengan hura-hura harus diubah dengan kemasan yang lebih positif.
“Paradigma perayaan tahun baru ini harus dikemas dan mengarah untuk kemaslahatan, kebahagiaan dan ketenangan umat, dan peningkatan kualitas generasi muda. Jangan berorientasi hura-hura, senang sini sini, jingkrak sana sini, itu bukan eranya lagi,” pinta Sodikun.
Karena, perayaan tahun baru yang berlebih-lebihan apalagi dengan menenggak minum-minuman keras dapat berdampak negatif terhadap diri dan lingkungan masyarakat. “Banyak masalah timbul karena salah paradigma ini, kalau perayaan tanpa dihiasi hal negatif misalnya tidak ada minum-minuman keras, tidak ada tindak kriminal seperti pembunuhan, pasti masyarakat akan tenang dan aman,” jelasnya.
Paradigma positif yang harus diubah tersebut tercermin dari kegiatan-kegiatan yang berorientasi agamis, edukatif, pembentukan mental, peningkatan kualitas diri. Sebaliknya, orientasi bersenang-senang merupakan kegembiraan yang fatamorganis, tidak akan membekas dan sifatnya hanya sementara.
“Saya lihat ini sudah mulai terbangun di lingkungan masyarakat kita, seperti banyak kegiatan di masjid, mendatangkan qori dari mesir dan lainnya, bahkan ada respon positif dari Walikota Palembang untuk menggelar zikir akbar menyambut tahun baru. Dengan paradigma yang positif terbangun, maka buahnya nanti keberkahan dan kebahagiaan bagi umat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel Drs H Umar Said meminta, para pemilik tempat hiburan khususnya hotel di Sumsel tidak menodai malam pergantian tahun masehi dengan
perbuatan maksiat, mulai pesta minuman keras, perjudian, prostitusi
dan kegiatan lain yang dilarang agama dan pemerintah. “Kita minta tempat hiburan dan masyarakat agar tidak menggelar acara malam pergantian tahun secara berlebihan, dan kami menghormati hak-hak setiap umat beragama yang akan menggelar acara malam pergantian tahun baru nanti,” kata dia.
Pihaknya kata Umar akan melayangkan surat resmi kepada Gubernur Sumsel, Walikota Palembang, Kapolda Sumsel, Kapolresta Palembang dan ditembuskan ke Kapolres kabupaten/kota se-Sumsel, kepala daerah kabupaten/kota di Sumsel.
“Kalau ada yang melanggar kita akan turun ke lapangan dan mendatangi instansi terkait untuk menindak tegas pengusaha tempat hiburan yang melanggar peraturan pemerintah. Kalau pemerintah tidak mampu kami siap turun ke lapangan membantu menegakkannya
secara islam,” tegasnya.
Terakhir ia mengatakan, pihaknya tidak melarang perayaan tahun baru masehi dengan catatan tanpa hura-hura, huru-hara, maksiat dan mengganggu ketentraman masyarakat. Bahkan jika masyarkat menemukan tempat hiburan yang melanggar tersebut agar dilaporkan ke FUI. ”Jangan menyinggung perasaan para ulama, hormati kiyai, tokoh agama di Sumsel yang setiap tahun berjuang di jalan dakwah di Sumsel,” pungkasnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s