Gubernur Sesalkan Batalnya Pengesahan RAPBD OKUT

Posted: 29/12/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyesalkan batalnya penandatanganan RAPBD OKUT, akibat tidak kuorumnya jumlah anggota DPRD OKUT dalam rapat, sehingga membuat APBD OKUT 2011 terancam molor.
Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel di Kantor Gubernur, kemarin, Jumat (17/12). Gubernur Sumsel, menyayangkan masalah terkendalanya pengesahan RAPBD yang terjadi di OKUT akibat hanya delapan anggota DPRD yang hadir dalam rapat dari 45 orang, sehingga rapat tidak kuorum. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi, OKUT akan dirugikan, dan masalah yang dihadapi OKUT ini baru pertama kali terjadi di Indonesia. “Biasanya rapat itu tidak dihadiri separuh anggota DPRD dan masih kuorum, kalau sudah sampai 90 persen tidak hadir itu luar biasa, dampaknya bagi daerah itu sendiri akan sangat merugikan,” ungkapnya.
Menurut Gubernur, seharusnya kemarin adalah waktu terakhir pengesahan RAPBD OKUT masuk ke Pemprov Sumsel sehingga dapat diselesaikan tahun ini, jika lewat maka baru dapat diselesaikan Januari 2011 mendatang. “Artinya daerah itu terlambat, sebab satu Januari APBD harus sudah efektif dijalankan, kalau di provinsi kita sudah selesaikan Bulan November diajukan ke Mendagri dan sudah keluar, sehingga per satu Januari 2011 APBD Provinsi Sumsel sudah dapat dimulai dan efektif,” katanya.
Agar permasalahan ini tidak terjadi lagi di tahun depan, Gubernur berharap, Kepala Daerah di OKUT harus mencegah hal ini jangan sampai terjadi lagi, karena jika dari sekitar 500 kabupaten di Indonesia ini hanya di OKUT yang terjadi masalah seperti ini artinya OKUT ada permasalahan.
“Ada something wrong di OKUT, dari 15 kabupaten/kota di Sumsel baru tiga RAPBD yang masuk di tanggal 17 Desember ke Pemprov Sumsel, yang lain belum, tapi yang belum itu sudah dalam proses penyelesaian, bukan stag (terhambat-red) seperti di OKUT ini,” sesalnya.
Ia menyimpulkan, jika sampai tiga kali terjadi, sesuai aturan maka pagu APBD OKUT tidak boleh lebih dari APBD tahun lalu, program projectnya juga dibatasi untuk hal mendesak seperti pembayaran gaji, pendidikan, kesehatan dan yang sudah terikat dalam tahun jamak saja, dan akan ada sisa uang yang tidak terpakai. “Kerugian kedua akan ada kerugian secara politis, karena menunjukkan tidak ada koordinasi yang baik antara eksekutif dan legislatif sehingga sangat disayangkan. Tapi, mudah-mudahan dapat diselesaikan dengan baik, kita doakan saja,” kata Gubernur.
Sementara itu, Kepala Biro Keuangan dan Aset Provinsi Sumsel, Laonma PL Tobing menjelaskan, agar Januari 2011 APBD OKUT dapat berjalan, maka APBD OKUT harus disahkan tahun 2010 ini juga. “Surat edaran sudah kita layangkan, kalau bisa tanggal 17 Desember RAPBD sudah masuk ke Pemprov Sumsel, kita minta seperti itu, tapi kalau dari sana saja belum beres, kita tunggu sampai kapan di masuk ke kita,” katanya.
Menurutnya, jika masih ada permasalahan di OKUT, maka konsekuensinya akan mengancam pembangunan di OKUT, pembelanjaan yang berkepentingan dengan publik akan terhambat, karena harus melalui pengesahan dan proses lainnya terlebih dulu.
“Kalaupun hingga hari ini (kemarin-red) tidak disampaikan juga maka kita akan menunggu, walaupun sampai awal tahun 2011, itu masih bisa, hanya konsekuensinya mereka terlambat membelanjakan dan secara konkrit juga tidak akan diberikan sanksi,” jelasnya.
Laonma menambahkan, keterlambatan masuknya RAPBD ke Pemprov Sumsel juga pernah terjadi, tahun lalu ada hanya tiga daerah yang tepat waktu salah satunya Lubuk Linggau sementara 12 daerah terlambat mengesahkan APBD, sehingga baru disahkan pada tahun anggaran berikutnya. “Kita berupaya agar semuanya dapat tepat waktu, untuk itu kita menunggu,” katanya.
Namun ia belum mengetahui alasan terlambatnya pengesahan RAPBD tersebut masuk ke provinsi, jika RAPBD sudah masuk ke Pemprov Sumsel maka Pemprov Sumsel harus memrosesnya seperti membahas dan mengevaluasi sampai terbitnya keputusan Gubernur selama 15 hari. “Sampai hari ini (kemarin-red), baru tiga yang masuk ke Pemprov Sumsel, yaitu Lubuk Linggau, OKUS dan satu lagi saya lupa,” terang dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s