UMP 2011 Ditetapkan Naik 13 Persen

Posted: 15/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Upah minimum provinsi (UMP) Sumatera Selatan (Sumsel) telah diusulkan kepada Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dan telah disetujui, usulan kenaikan yang disetujui tersebut sebesar 13 persen. Pada 2010 UMP sebesar Rp927.825, maka UMP 2011 yang berlaku mulai Januari 2011 mendatang naik menjadi Rp1.048.440 untuk pekerja lajang.
Demikian diungkapkan Kepala Disnakertrans Provinsi Sumsel, Rizal Fathoni melalui Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jaminan Sosial Disnakertrans Provinsi Sumsel, Hj Lismahana, di ruang kerjanya kemarin, Selasa (14/12). Ia mengatakan, berdasarkan SK Penetapan UMP nomor 809 KPTS/Nakertrans/2010, pada tanggal 12 November 2010 lalu, menyebutkan kenaikan UMP tahun 2011 sebesar 13 persen, yang pada 2010 sebesar Rp927.825 pada tahun 2011 mendatang nilainya menjadi Rp1.048.440.
“Ini akan mulai berlaku per 1 Januari 2011 nanti, untuk pekerjaan tujuh jam sehari 40 jam seminggu bagi pekerja lajang yang tanpa tanggungan, dengan masa kerja 0-1 tahun, pendidikan paling rendah dan sifat pekerjaan yang resikonya paling kecil,” katanya.
Kenaikan UMP 2011 sebesar 13 persen tersebut, merupakan usulan dari hasil rapat tripartit antara serikat pekerja, pengusaha dan pemerintah provinsi yang tergabung dalam dewan pengupahan, kepada Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin untuk disetujui. “Secara formal kita belum melakukan sosialisasi, tapi beberapa perusahaan dan serikat pekerja sudah kita sosialisasikan dan sudah tahu,” jelas dia.
Kepada para perusahaan ia meminta, agar melaksanakan ketentuan yang berlaku, karena merupakan kewajiban perusahaan melaksanakan kenaikan UMP setiap tahun ini. Namun, bagi perusahaan yang tidak mau melaksanakan ketentuan upah minimum yang ditetapkan, maka berdasarkan undang-undang no 13 maka akan diberikan sanksi pidana.
“Kalau ada yang melanggar kita akan lakukan pembinaan dulu, kalau mereka mengatakan tidak mampu kita akan lihat dari audit akuntan publik, karena tidak mungkin hanya mengatakan tidak mampu begitu saja, tapi umumnya sepanjang sepengetahuan kami, tidak ada perusahaan yang tidak mampu, semua umumnya tidak ada yang menunda,” terang dia.
Ia menjelaskan, untuk penetapan UMS (upah minimum sektoral) masih akan dibahas, karena harus mengumpulkan serikat pekerja dan asosiasi perusahaan sembilan sektor perusahaan. Sembilan sektor tersebut salah satunya sektor satu yaitu pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan dan lainnya. Jika perusahaan mereka tidak ada di sembilan sektor tersebut, maka acuan upah minimumnya kembali kepada UMP. “Tapi kalau mereka masuk sektor misalnya sektor bangunan, atau sektor industri mereka harus memakai ketentuan UMS, yang biasanya lebih besar minimal lima persen dari UMP, tapi ada yang mampu sampai 10 persen,” ungkapnya.
Menurutnya UMS 2010 paling kecil yaitu di sektor 1,2,6 dan sektor 8 yaitu sebesar Rp974.216, sementara yang paling besar UMS nya yaitu sektor 5 yaitu sektor bangunan Rp1.200.000 seperti kontraktor dan lainnya.
Sementara itu, Sekretaris SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Sumsel, Sudirman Hamidi, berharap, perusahaan memiliki pertimbangan khusus dalam memberikan upah minimum yang layak bagi pekerja khususnya yang berkeluarga, karena terkadang perusahaan-perusahaan dan para pengusaha belum maksimal memperhatikan hak-hak pekerjanya.
“Tidak hanya upah minimum, contoh lainnya mengenai pemberian Jamsostek, asuransi kesehatan dan lainnya. Kita sangat berharap dengan seimbangnya upah minimum dengan kebutuhan hidup layak nantinya, dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja,” harapnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s