Gubernur Minta Taman Budaya Jakabaring Direvitalisasi

Posted: 15/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Dalam orasi budayanya pada refleksi seni yang digelar Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) tahun 2010 ini di Taman Budaya Jakabaring Palembang, kemarin Selasa (14/12). Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin meminta adanya revitalisasi Taman Budaya Jakabaring, khususnya sebelum diselenggarakannya kegiatan SEA Games XXVI tahun 2011 mendatang.
Pantauan dilapangan, puncak acara refleksi seni sendiri berlangsung meriah, dihadiri langsung Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin beserta Ketua TP PKK Sumsel, Hj Eliza Alex Noerdin, jajaran unsur muspida, para seniman se Sumsel dan undangan khusus lainnya.
Nuansa seni sangat terasa sejak akan memasuki Gedung Taman Budaya Jakabaring Palembang, di atas karpet merah pintu masuk gedung, terlihat para pemuda-pemudi berpakaian adat khas Sumsel, berbaris menyambut para tamu termasuk Gubernur Sumsel dan Ketua TP PKK Sumsel.
Acara seremoninya pun berbeda, rangkaian acara dibawakan dengan gaya sastra tutur khas Sumsel, ditampilkan juga tari-tarian perpaduan seni dan olahraga silat. Spesialnya, seperti tahun lalu, Gubernur Sumsel, didaulat memberikan orasi budaya dihadapan para seniman se Sumsel dan para undangan.
“Tari-tarian yang digabungkan dengan musik yang ditampilkan ini sangat bagus, tapi gedungnya ini belum mampu menampung banyak pengunjung dan belum representatif,” kata Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin saat mengawali orasi budayanya.
Gubernur mengatakan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Sumsel, Jhonson harus memerhatikan hal ini dan diminta segera mengusulkan ide untuk pengembangan gedung dan Taman Budaya Jakabaring Palembang. “Perlu ada gedung yang lebih besar, bagus dan dingin, karena meski ber-AC terlihat banyak pengunjung yang masih berkipas,” guyon Alex disambut gemuruh tepuk tangan para seniman se Sumsel.
Menurutnya, Provinsi Sumsel khususnya Kota Palembang pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 mendatang menjadi tuan rumah SEA Games, untuk itu para seniman di Sumsel harus mulai merancang kegiatan kesenian selama dua minggu kegiatan tersebut berlangsung. “Di wisma atlet begitu juga di Komplek Dekranasda Jakabaring bangunlah panggung rakyat, didua tempat tampilkan pagelaran seni oleh sanggar seni secara bergiliran setiap malam selama dua minggu,” pintanya.
Karena sambung Gubernur, Sumsel merupakan satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang menjadi tuan rumah SEA Games, sehingga SEA Games di Sumsel harus menjadi yang terbaik, yang salah satunya didukung pentas seni oleh seniman se Sumsel.
“Dinas Pariwisata harus berbaru dengan para seniman, membimbing mereka, dengarkan keluhan mereka, penuhi kebutuhan mereka. Anggaran untuk kesenian ini juga sudah dinaikkan, sehingga yang terpenting adalah tunjukkan hasil karya yang terbaik,” pintanya lagi.
Usai memberikan orasi budaya, Gubernur menambahkan, sebenarnya Komplek Taman Budaya Jakabaring sudah dinilainya bagus, hanya saja tidak dipelihara dan tidak dimanfaatkan dengan baik, untuk itu komplek taman budaya tersebut harus direvitalisasi yang penanggungjawabnya adalah Kadisbudpar Sumsel.
“Untuk para seniman kita ini, kalau perlu ada gedung dan auditorium yang lebih besar sehingga mampu menampung lebih banyak lagi seniman dan pengunjung, mudah-mudahan ke depan ini terealisasi,” katanya.
Ia juga telah meminta secara khusus, agar selama dua minggu SEA Games ada dua panggung satu di dalam atlit village dan di depan dekranasda yang memanggung setiap malam.
Sementara itu, menanggapi permintaan revitalisasi Taman Budaya Jakabaring, Kadisbudpar Sumsel, Jhonson SE mengatakan, pihaknya akan membuat taman budaya yang memang memenuhi syarat yaitu tiga tipe kelas A, B dan C, namun pihaknya belum mengetahui kondisi taman budaya jakabaring sekarang masuk tipe kelas yang mana. “Ini akan menjadi fokus perhatian kita, khususnya tentang tumpang tindihnya tata guna lahan di sini, sehingga ke depan taman budaya ini akan menjadi taman budaya yang lebih representatif lagi,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya akan mengupayakan di Taman Budaya Jakabaring akan diadakan teater terbuka, teater tertutup dan lainnya, yang kegunaannya untuk aktifitas para seniman, aktifitas pelestarian, pendidikan dan lainnya. “Untuk sementara ini, lokasi yang ada ini kita manfaatkan, nah ke depannya kita akan mencari tanah yang lebih luas dari lima hektar yaitu tipe A, yang akan ada teater terbuka, ada teater tertutup, juga ada fasilitas akomodasi yang akan menampung seniman yang akan manggung, dan juga akan ada laboratorium untuk penelitian bidang kesenian,” janjinya.
Lebih lanjut sambung Jhonson, kegiatan teater dan pentas seni yang diminta Gubernur setiap hari diadakan, tidak hanya pada kegiatan SEA Games saja, namun pasca SEA Games kegiatan seni akan diadakan setiap hari. Karena jika berbicara tentang kesenian dan kebudayaan, sepanjang ada kehidupan manusia maka kesenian tersebut adalah kebutuhan. “Kita butuh hiburan, butuh menikmati sesuatu yang menyegarkan jiwa kita,” ujarnya.
Untuk merealisasikannya, pihaknya segera melakukan rapat dengan para seniman di Sumsel, karena setelah Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin memberikan peluang, dan peluang ini sudah ditangkap untuk ditindaklanjuti. “Lebih cepat lebih baik, tolong doa saja,” pungkasnya.
Sedangkan Ketua DKSS Sumsel, DR Zulkhair Ali menjelaskan, berbeda dengan tahun sebelumnya, refleksi seni yang digelar DKSS tahun 2010 ini, bertema art to SEA Games, yang memadukan seni tari-tarian dan olahraga tradisional pencak silat. Adapun rangkaian kegiatan refleksi seni pada 2010 ini diawali sejak bulan November dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengadakan pentas seni seperti teater sastra puisi, bedah buku seni rupa, penampilan sanggar seni dan lainnya.
Lebih lanjut dijelaskan, puncak refleksi seni 2010 kemarin, menyajikan orasi kebudayaan dari Gubernur Sumsel, pergelaran seni, anugrah seni dan lainnya. “Pada puncak acara refleksi seni yang biasanya memakai MC, pada tahun ini dikemas dalam format sastra tutur, karena di Sumsel memiliki banyak sastra tutur baik itu guritan, senjang dan incang-incang. Di kegiatan anugrah seni tahun ini bertajuk batanghari sembilan, yaitu sebuah pemberian penghargaan kepada para pelaku seni di Sumsel oleh Pemprov Sumsel, melalui DKSS. Penghargaan itu terdiri dari penghargaan teater, musik, tari, film, sastra, seni rupa, pengabdian, pembinaan dan penghargaan insan pers,” paparnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s