Diimpor Ribuan Pohon Trembesi Untuk Jakabaring

Posted: 15/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Jakabaring Sport City dirancang menjadi taman kota berkonsep green atau hijau, ribuan bibit Pohon Trembesi akan diimpor dari Pula Jawa dan akan mewarnai ratusan hektar lahan di Jakabaring khususnya kawasan Stadion Gelora Sriwijaya.
Demikian diungkapkan Program Manager Konsultan Bangunan Hujau Indonesia, Bintang Nugroho mengatakan, pihaknya akan membangun kawasan hijau yang banyak tanaman di daerah marjinal dengan rawa-rawa yang jenis tanamannya sangat terbatas.
Dari sekitar 700 hektar kawasan Jakabaring, yang akan pihaknya hijaukan sekitar 300 hektar untuk ring II dan di kawasan stadion yang sekitar 40 hektar untuk penghijauan ring I nya. ”Semua venues akan dikembangkan daerah hijaunya secara terpadu,” jelasnya diwawancara di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumsel, Selasa (14/12).
Ia menjelaskan, estimasi biaya untuk menghijaukan Jakabaring tersebut belum diketahui secara persis namun untuk perkiraan sementara sekitar Rp100 Miliar yang dananya dari APBN dan berbagai sumber. Ia juga menjelaskan, untuk penghijauan ini pihaknya terpaksa mendatangkan bibit pohon dari luar Sumsel, karena tanaman tersebut harus instan untuk tumbuh yang tingginya sekitar tiga meter sebelum SEA Games.
”Biasanya memang bisa disediakan nursery/pembibitan besar yang ada di kota-kota besar seperti Jakarta, dan pengambilan tanaman pohon yang sudah tumbuh besar ini tidak sembarangan. Karena kita membutuhkan ribuan bibit pohon trembesi dan tanaman baru lainnya, maka yang melakukan fungsi itu adalah nursery yang ada di Pulau Jawa mereka sudah siapkan tanaman sejenis dalam jumlah yang banyak,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, akan ada perbedaan saat memasuki kawasan Jakabaring Sport City sebelum SEA Games nanti, pasalnya pihaknya merancang kawasan masuk Jakabaring tepatnya sebelum monumen prameswara dengan konsep kerangka perahu Sriwijaya dimana di kanan kiri jalan menuju Jakabaring akan dihiasi 14 pilar.
”Kita perlu memberi dasar filosofis yang lebih baik karena di Jakabaring ada monumen prameswara yang simbolisasi pohon nipah. Maknanya itu adalah wilayah air sementara stadion wilayah daratnya maka jalan masuk Jakabaring dibuat bentukan steelisasi dari bentuk perahu yang jelas merupakan simbol paling sesuai untuk Kerajaan Sriwijaya,” katanya.
Konsep hijau lain yang akan diterapkan, yaitu sistem tata air yang tidak terganggu, karena tata air merupakan identitas kawasan yang perlu dilestarikan dan bukan diurug. Berikutnya adalah budaya pemeliharaan, akan diterapkan konsep integral hijau yang selama ini banyak diabaikan. ”Orang kebanyakan sibuk menanam tapi tidak memelihara, nah kita berpikir bagaimana setelah ini terbangun dan ditanami, dan ini akan berlanjut terus karena pemeliharaan yang baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU CK Provinsi Sumsel, Ir Rizal Abdullah Dipl.He MT menambahkan, selain kawasan hijau, di Jakabaring Sport City akan dibangun kios-kios jualan untuk dimanfaatkan usaha kecil menengah, tidak hanya itu, juga akan dibuat line khusus sepeda dan fasilitas-fasilitas lainnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s