Berantas Illegal Logging, Gubernur Minta Helikopter

Posted: 14/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

– Pemberantasan Illegal Logging Terkendala Sarana Prasarana

InformasiPagi, Sumsel

Penanganan illegal logging tidak semudah memutar balikkan telapak tangan, selain tim terpadu diperlukan juga sarana prasarana maksimal, salah satunya helikopter sebagai pemantau hutan dari udara. Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin telah meminta bantuan helikopter, peralatan, personel dan anggaran ke Kementrian Kehutanan (Kemenhut) RI.
Usai melakukan rapat tertutup dengan tim terpadu, yang terdiri dari Polres, Polda, Kodim, Kodam, Kejaksaan Tinggi, Kemenhut, Dishut Provinsi dan Dishut Kabupaten, di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, kemarin, Senin (13/12). Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat dengan tim terpadu, hasil rapat menyebutkan, meski tindakan pencegahan, penyidikan, penangkapan sudah dilakukan sejak dulu bahkan tim pengawas tersebut masih berada di dalam hutan, namun diakui masih ada terjadi illegal logging.
“Mengapa masih saja terjadi illegal logging bahkan sampai ada 12 titik di Hutan Merang Kabupaten Muba, karena, tindakan itu tidak didukung dengan peralatan yang cukup, misalnya, kita tidak dapat menghubungi tim di dalam hutan yang jarak tempuh ke hutan tersebut memakan waktu 5 jam dengan speed boat dan 4 jam melalui darat. Karena, di sana tidak ada sinyal seharusnya di sana tim dilengkapi telepon satelit yang bisa dihubungi setiap saat,” kata Gubernur.
Tidak hanya alat komunikasi, tim juga harus dilengkapi speed boat berkecepatan tinggi, dilengkapi kendaraan multi purpose antara lain kendaraan darat seperti mobil offroad. Karena, dengan luas hutan 200 ribu hektar dibandingkan tim di darat yang hanya berjumlah 27 orang, tidak akan mampu menangani hutan seluas tersebut, meski akan dibentuk tiga tim.
“Selain tim darat perlu juga dipandu tim udara, pengawasan dari udara menggunakan helikopter ini mutlak dilakukan, karena kalau dari darat di dalam hutan maka akan kehilangan orientasi, kita tidak tahu dan tidak jelas dengan kondisi jarak satu kilometer. Kita hanya memiliki satu helikopter kepunyaan Polda, jika sudah dibantu helikopter kita akan lakukan pengawasan ini terus sampai illegal logger habis,” ujarnya.
Gubernur mengatakan, idealnya Sumsel memiliki dua helikopter untuk tim terpadu pemberantasan illegal logging ini, agar dapat secara bergantian digunakan beroperasi. “Saya sudah minta helikopter ke kementrian kehutanan, dan juga minta bantuan peralatan serta personel, kalau perlu bantuan anggaran, tapi untuk sementara ini Gubernur yang menalanginya,” katanya.
Kemudian sambung Gubernur, dalam penanganan illegal logging ini perlu ada kerjasama dengan Hutan Tanah Industri (HTI), karena tidak tertutup kemungkinan kayu illegal logging dicampur dengan kayu legal oleh oknum pekerja HTI. “Kalau mau hutan kita masih ingin tetap dalam kondisi baik, maka Hutan Merang yang hanya tinggal 90 ribu hektar lagi, harus terus menerus diawasi dan dilindungi, jika tidak maka kondisi Hutan Merang akan dihabisi illegal logger,” jelasnya.
Tidak hanya di Hutan Merang, Pemprov Sumsel juga akan fokus ke hutan-hutan lain di Sumsel, termasuk hutan di Pagaralam, namun untuk sementara fokus utama saat ini adalah Hutan Merang. “Penanganan illegal logging ini tidak simpel, saya mengapresiasi aparat hukum dari kepolisian, TNI dan juga kehutanan yang telah bekerja maksimal,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjend Pol, Hasyim Irianto mengatakan, Kepolisian Republik Indonesia telah berkomitmen bahwa illegal logging adalah sasaran utama kejahatan yang diprioritaskan untuk ditanggulangi, di Sumsel pada 2010 pihaknya sudah menangani 71 kasus illegal logging. “Karena ini merupakan pelanggaran administrasi maka kita berkoordinasi dengan Dishut dan sudah ditindaklanjuti dengan tuntas. Untuk di sepanjang Hutan Merang kemarin jumlah kayu yang berhasil kita amankan sementara mencapai 8.000 batang kayu, kita sekarang sedang mengembangkan tentang kemungkinan adanya indikasi kayu legal ditumpangkan dengan kayu illegal,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk penanganan illegal logging Hutan Merang pihaknya menurunkan 27 personel kepolisian, belum ditambah dari pihak Dishut, TNI. “Jika cukup bukti dan fakta kita siap tangkap, dan kita harus bersyukur bisa menemukan 12 titik di Hutan Merang ini kita terus kembangkan kasus ini, dan daerah lain juga tetap dalam pengawasan kita,” ujarnya.
Sedangkan, Staf Ahli Menteri Kehutanan RI Bidang Keamanan Hutan, Agus Mulyono juga mengatakan, ia diutus Menhut RI untuk melihat temuan kasus illegal logging di Sumsel, dan mendengar kendala yang dihadapi untuk dibahas di Kemenhut untuk ditindaklanjuti. “Menhut sudah komitmen bekerjasama dengan penegak hukum di Jakarta untuk menangani hal ini,” katanya.
Pihaknya akan berencana memeriksa ulang izin pengelolaan kayu di Sumsel, karena pemberian izin bukan satu jaminan untuk tidak melakukan hal terlarang. “Indikasi kayu legal dan illegal dicampur itu pasti ada, hasil land clearing bisa saja dicampur yang tidak legal,” akunya.
Terhadap permintaan bantuan dari Gubernur Sumsel, yang salah satunya helikopter, ia akan menyampaikan langsung dengan Menhut. “Saya nanti akan laporkan ke Menteri bagaimana cara Menteri untuk membantu Sumsel,” tutupnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s