KPID Sumsel Tidak Untuk Ditakuti

Posted: 13/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Provinsi Sumsel, berharap media penyiaran di Sumsel khususnya televisi tidak menjadikan KPID sebagai momok. KPID Sumsel ingin media penyiaran di Sumsel satu persepsi dengan keinginan KPID dan masyarakat.
Demikian terungkap dalam kegiatan evaluasi program acara siaran radio dan televisi swasta lokal pada Bulan September dan Oktober 2010, yang diadakan di Hotel Royal Asia, Jumat (10/12).
Disela acara, Ketua KPID Sumsel, Iwan Kusuma Jaya, mengatakan, evaluasi program siaran radio dan televisi dimaksudkan untuk mengajak publik dari semua lapisan untuk memberikan umpan balik berupa penyatuan persepsi dalam menerapkan P3SPS (pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran).
“Karena jika kita membaca P3SPS itu abstrak, sehingga kita dari komisioner sendiri yang dari background berbeda terkadang menilai sesuatu tidak sama, ada yang menilai satu tayangan itu porno tapi ada yang tidak, ada yang bilang itu kekerasan ada yang berpendapat bukan. Kalau berpatokan ke MUI porno itu terbuka aurat, sementara remaja menilai porno itu dari sisi lain, jadi ada rentang yang kadang cukup jauh,” jelasnya.
Sehingga pihaknya ingin menjaring masukan dari semua masyarakat untuk diminta pendapatnya, agar ada benang merah dan mencari kesamaan persepsi terhadap penilaian satu tayangan. “Kita pengen dimana titik yang kita bisa berdiri antara dua rentang ini,” katanya lagi.
Ia menjelaskan, hasil evaluasi yang dijabarkannya kemarin, atas pemantauan pada rentang Juli-Oktober terhadap media televisi dan radio di Sumsel, ke depan evaluasi ini akan dilakukan pihaknya setiap tiga bulan sekali. Namun, meski media penyiaran akan terus dilakukan evaluasi ke depan, pihaknya berharap KPID Sumsel tidak menjadi momok bagi media penyiaran di Sumsel.
“KPI tidak ingin menghakimi media penyiaran, tapi akan membina, ketika kami bilang salah bukan kami hendak menghakimi tapi ingin mendengarkan apa dasar penayangan atau penyiaran yang dilakukan untuk didiskusikan satu meja. KPI jangan dianggap hantu yang harus dijauhi atau ditakuti, tapi kita pengen setiap saat dapat duduk satu meja, karena intinya KPI ini membina,” kata Iwan.
Karena, KPI tidak akan berbicara sanksi terlebih dulu jika masih ada cara lain untuk menjadikan media penyiaran di Sumsel menjadi lebih baik ke depan. “Dari evaluasi ini kita akan menyepakati yang perlu dibicarakan dengan pihak media penyiaran dan masyarakat, kita ingin penyiaran di Sumsel sesuai standar yang telah dibuat KPI, dan perlu diingat tidak semua evaluasi itu akan berakhir teguran,” katanya lagi.
Sementara itu, Anggota KPID Sumsel lainnya, Muhammad Syukri menambahkan, ke depan KPID Sumsel memang ingin satu persepsi dengan media penyiaran di Sumsel, sehingga tayangan-tayangan televisi di Sumsel dan siaran radio di Sumsel menjadi tayangan dan siaran yang sehat, tidak berdampak negatig kepada masyarakat.
“Tidak hanya televisi, kita juga mengevaluasi siaran radio di Sumsel, seperti beberapa waktu lalu kita melakukan monitoring radio di Lubuk Linggau, dan ke depan radio-radio di daerah lain juga akan kita monitor,” katanya singkat.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s