Gubernur Temukan 12 Titik illegal logging di Muba

Posted: 13/12/2010 in Uncategorized

InformasiPagi, Sumsel

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin bersama organisasi lingkungan hidup, melakukan peninjauan ke Hutan Merang di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Hasilnya, terdapat 12 titik illegal logging di kawasan tersebut, sehingga Gubernur akan membentuk tim terpadu untuk menindaklanjutinya.
Gubernur melakukan peninjauan bersama aktifis Green Peace, Nur Hidayati, Aktifis Wahana Bumi Hijau Sumsel, Aidil Fitri, dari News Agency Getty Images, dan salah satu media nasional meninjau langsung hutan desa di Hutan Merang kawasan Kabupaten Muba selama 2,5 jam kemarin, Jumat (10/12), menggunakan helikopter yang take off melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, dan mendarat di Griya Agung Palembang. Setelah itu Gubernur melakukan pemaparan hasil peninjauan kepada para wartawan.
“Kita meninjau apakah ada illegal logging di HTI dan hutan desa yang baru saja kita serahkan SK-nya oleh Menhut kepada Bupati Muba,” kata Gubernur.
Berdasarkan peninjauan tersebut, ternyata ada beberapa temuan yang didapat dan merisaukan yaitu ada 12 spot illegal logging di kawasan tersebut, indikasi itu menguat ketika ditemukan tenda-tenda, rel-rel pengangkut kayu dan di sungai-sungai ada kayu hasil illegal logging sudah berbentuk rakit tinggal ditarik.
“Khusus untuk illegal logging ini saya akan bentuk tim terpadu dari semua pihak, saya akan minta bantuan Kemenhut dan Bupati Muba untuk mengerahkan seluruh fasilitas dan tenaga yang ada, sehingga Pemprov Sumsel serta aparat berwajib untuk menangkap bajingan-bajingan itu,” katanya.
Karena menurut Gubernur, jika ini tidak dicegah sejak dini dan dibiarkan begitu saja maka beberapa minggu ke depan, maka hutan di kawasan tersebut akan berangsur habis. “Kita juga temukan tumpukan kayu hasil land clearing dari HTI, yang saya tidak yakin seluruhnya itu dari hasil land clearing, saya tidak yakin itu legal, karena berdekatan dan tidak ada batas dengan illegal logging yang terjadi. Bisa saja kayu hasil illegal logging tadi di-mix di sana dan dibawa ke luar dengan dokumen hasil land clearing, dugaan kuat bisa saja ke arah situ,” ungkap Gubernur.
Tim terpadu tersebut salah satunya akan memeriksa keabsahan kayu-kayu hasil land clearing, jika ditemukan kayu hasil land clearing yang di mix dengan kayu hasil illegal logging maka oknum dalam perusahaan tersebut akan bertanggung jawab. “Siapa saja yang melanggar akan ditindak sesuai aturan yang berlaku, karena itulah saya minta kerjasama perusahaan besar agar turun memeriksa bersama, untuk menertibkan kalau ada oknumnya yang memanfaatkan kesempatan ini. Tim terpadu ini akan segera bergerak tanpa diekspose,” ujarnya.
Sebagai penunjang kegiatan pengawasan illegal logging di Sumsel, Gubernur akan meminta bantuan fasilitas satu helikopter berkapasitas banyak dari Kemenhut, untuk distandby-kan di Palembang Sumsel, agar lebih mudah melakukan pemantauan.
Gubernur melihat, kegiatan illegal logging semakin hari tidak mereda bahkan bertambah marak khususnya di Sumsel, salah satunya di Hutan Merang seluas 200 ribu hektar yang merupakan hutan tropis yang tersisa di Sumatera. “Dari total 200 ribu hektar Hutan Merang itu tinggal 90 ribu hektar saja yang tersisa, kalau ini dijarah maka hutan kita akan rusak. Karena itu saya peringatkan kepada para illegal logger yang merambah hutan secara illegal, stop mulai hari ini, karena akan segera diambil tindakan tegas,” tegasnya.
Sementara itu, Country Representative South East Asia Indonesia Green Peace, Nur Hidayati menambahkan, pihaknya menyambut baik komitmen Gubernur untuk menindaklanjuti yang terjadi di Hutan Merang, sebagai organisasi independen Green Peace akan memonitoring dan menunggu tindakan konkrit Gubernur Sumsel. “Kita juga siap dilibatkan dalam tim terpadu tersebut sehingga semua pihak bisa secara terbuka melihatnya,” katanya.
Aktifis Wahana Bumi Hijau Sumsel, Aidil Fitri mengatakan, pada tahun 2002 ada 200 ribu hektar Hutan Merang kondisinya baik, namun sekarang tersisa sekitar 90 ribu hektar yang kondisinya masih agak baik. Pihaknya berharap Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin segera menindaklanjuti aktifitas illegal logging salah satunya di Hutan Merang. “Yang kita tinjau bersama tadi (kemarin-red) terancam oleh illegal logging dan konversi HTI, kalau ini dibiarkan maka hutan gambut di Sumsel akan habis dan hilang, sementara jika Sumsel ingin menjadi pilot project Norway dengan Indonesia akan terancam, kalau hutan gambut yang tersisa di Sumsel itu habis salah satunya di Merang,” katanya.agustian pratama

Comments
  1. Kid says:

    Nice Posting Kawan

    Salam,
    Kid Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s