Atasi Kelangkaan Semen, Dermaga operasional 24 Jam

Posted: 13/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel), PT Pelindo II Palembang, para distributor semen dan pihak terkait lainnya, telah menyepakati pemecahan solusi kelangkaan semen di Sumsel salah satunya dengan bekerja bongkar muat 24 jam selama tujuh hari di pelabuhan Boombaru, sampai kebutuhan semen kembali normal.
Demikian kesimpulan yang didapatkan usai rapat koordinasi dalam rangka penyelesaian kelangkaan semen di Sumsel, antara Pemprov Sumsel, PT Pelindo II Palembang, para distributor semen di Sumsel dan pihak terkait lainnya, di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel, Kamis (9/12). Usai rapat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel, H Eppy Mirza mengatakan, solusi memecahkan masalah kendala kelangkaan semen yang terjadi di Sumsel, pertama semua stake holder yang terlibat baik itu PT Pelindo II, distributor, Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Gapeksi dan lainnya, harus bekerja 24 jam sehari semalam dan tujuh hari dalam seminggu sehingga masalah ini bisa teratasi.
“Selama ini jumlah kapal banyak dan padat, sedangkan petugas yang menangani ini kerjanya belum 24 jam, misalnya baru jam 9 malam sudah selesai. Agar hal ini teratasi, paling tidak dalam satu hari mereka mampu membongkar 1.500 ton semen dari kapal keluar dari pelabuhan, sehingga kebutuhan semen di pasar dapat teratasi, komitmen inilah yang paling penting,” katanya.
Eppy mengatakan, jika saat pelaksanaan kerja 24 jam tersebut menemui kendala, agar dapat mengkaji dengan instansi terkait dan laporkan ke Pemprov Sumsel. “Misalnya pelabuhan mereka tidak mampu menampung kapal yang akan datang ke Palembang, dan mereka berniat akan meminjam/sewa/memanfaatkan dermaga lain di luar dermaga Boombaru seperti dermaga PT Pusri, dermaga Pertamina, dermaga Zikon. Nah, Pemprov Sumsel akan siap membantu,” jelasnya.
Ia menerangkan, kebutuhan semen Sumsel untuk tahun 2011 mencapai 1.500.000 ton, artinya setiap tiga bulan dibutuhkan 400 ribu ton semen, sehingga cara efektif adalah dengan bekerja 24 jam di dermaga, jika tidak mampu dilakukan, maka permasalahan semen ini tidak dapat teratasi. Karna menurutnya, persediaan semen itu ada tinggal lagi kesiapan dan kesanggupan pihak Pelindo untuk bongkar muat di Pelabuhan Boombaru saja.
“Dari pihak Pelindo meminta jadwal dari distributor kapan kapal distributor akan masuk, untuk diketahui berapa jumlah kapal yang masuk paling tidak hingga Januari, jika mampu difasilitasi dermaga Boombaru maka kemufakatannya akan dibuat, kalau Pelindo tidak mampu maka akan dicarikan dermaga lain. Setelah ini, antara Pelindo dan distributor akan mengadakan rapat dulu untuk mengetahui kesanggupan Pelindo, karena kendalanya hanya bongkar muat saja,” katanya.
Disinggung tentang dengan pemberlakukan kerja 24 jam, akan menambah biaya berbagai pihak, Eppy mengatakan itu merupakan konsekuensi yang dihadapi, namun dengan penambahan cost pihaknya tidak mempermasalahkan jika harga barang harus naik. “Kalau sampai April semen masih dibutuhkan akan terus diberlakukan kerja 24 jam, mengenai tambahan biaya itu internal mereka, kalau ada penambahan waktu itu akan dibebankan harga pokok mereka, daripada menunggu semen selama sebulan, lebih baik agak mahal harganya tapi lancer,” tutupnya.
Sementara itu, Ganeral Manager (GM) PT Pelindo II Cabang Palembang, Andi Isnovandiono mengatakan, secara prinsip pihaknya siap memrioritaskan semen masuk Sumsel, bahkan dengan pemberlakukan kerja 24 jam namun dengan catatan pihaknya meminta jadwal dan jumlah kapal masuk dari pihak distributor.
“Sepanjang dia (distributor-red) bisa mendatangkan kapal pasti kami layani, tapi kesimpulannya dan komitmennya sudah jelas, agar pasokan bisa lancar kerjanya harus 24 jam selama seminggu dan itu harga mati. Kalau masuknya kapal terjadwal baik kami bisa jadwalkan dengan baik,” jelasnya didampingi Manager Perencanaan dan Pengedalian Operasi, Cholid Fathoni.
Menurutnya, dengan bekerja 24 jam maka tidak akan menghambat kapal berikutnya seperti kapal pupuk bersubsidi petani dan lainnya, sehingga pihaknya menegaskan siap memrioritaskan kapal semen masuk Sumsel.
Terpisah, di Hotel Horison, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, mengatakan, terhambatnya semen masuk Palembang karena dermaga yang sedang dalam perbaikan, namun tidak lama lagi akan kembali normal. “Dermaga yang rusak sudah diperbaiki, masalah ini bisa diatasi, semen juga sudah dikirim, dan jika semen sudah masuk ke pasaran semen tidak langka lagi,” katanya singkat.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s