Wagub Tolak Pemilihan Gubernur Oleh DPRD

Posted: 07/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

– Wagub Dukung Pemilihan Pemimpin Serentak
InformasiPagi, Sumsel

Wacana yang dilontarkan Ketua DPR RI Marzuki Alie yang mendukung pemilihan Gubernur oleh DPRD dengan revisi sejumlah aturan yang ada, ditanggapi Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf, yang menganggap itu merupakan kemunduran demokrasi. Namun Wagub mendukung pemilihan pemimpin secara serentak seperti Negara Jepang.
Menurut Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf, jika ada wacana Gubernur itu dipilih oleh DPR artinya demokrasi yang sudah berlaku dan maju seperti sekarang terjadi kemunduran. “Sebenarnya, demokrasi kita sekarang ini sudah maju, kalau sudah dipilih DPR artinya sudah tidak maju lagi,” kata Wagub diwawancara Sabtu (4/12).
Wagub berpendapat, meski DPR itu dipilih oleh rakyat dan ketika diberlakukan aturan DPRD yang memilih Gubernur, kecil kemungkinan DPRD tersebut akan turun ke lapangan dan bertanya kepada rakyat, siapa Gubernur yang akan dipilih untuk memimpin mereka.
“Misalnya ada pemilihan Gubernur, DPR bertanya kepada masyarakat di salah satu daerah, siapa yang mau kita pilih menjadi Gubernur, kan tidak ada, pasti maunya DPR itu sendiri, jadi mendingan rakyat saja yang milih langsung, kalau saya, tetap sependapat rakyat itulah yang memilih Gubernurnya langsung bukan DPR,” tegasnya.
Berbeda, saat Wagub ditanya tentang wacana lain, yaitu pemilihan pimpinan baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional dilaksanakan secara serentak, ia menyambut baik namun memerlukan persiapan dan keseriusan itu harus dimulai dari pemerintah pusat. “Nah, kalau pemilihan pimpinan secara serentak, mulai dari Presiden, Gubernur Bupati/Walikota, DPR, itu harus dimulai dari Jakarta, dan wacana ini pernah dilontarkan mantan Presiden RI, Megawati Soekarno Putri,” katanya.
Konsep pemilihan serentak ini kata Wagub, pernah ditunjukkan oleh Negara Jepang, yang pemilihan umumnya berlangsung lama karena harus memilih dari Presiden sampai pimpinan tingkat bawah. “Mereka itu kalau pemilihan, pemilihnya duduk, karena prosesnya lama, memilih satu per satu calon pemimpinnya,” jelas Wagub.
Pola pemilihan Negara Jepang ini dinilainya sangat menguntungkan, karena pola kerja masing-masing kepemimpinan dalam satu periode akan terukur. Namun, jika ini akan diterapkan di Indonesia maka akan banyak pemimpin yang tengah menjabat menjadi korban. ”Tentu akan ada korban, misalnya pemilihan serentak ini dimulai tahun 2013 mendatang, nah bagi pemimpin yang baru dipilih tahun 2011 atau 2012 kan tahun 2013 masa kepemimpinannya belum habis, tapi harus diganti lagi. Jadi, harus ada kerelaan kalau ini akan diterapkan, karena merupakan keputusan tapi undang-undangnya harus dibuat dulu,” kata dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s