Gubernur Berikan 50 Bea siswa S3 Untuk Dosen

Posted: 07/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin kembali menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) memang peduli dengan pendidikan serta peningkatan sumberdaya manusianya, terbukti pada 2010 telah dan akan diberikan 28 bea siswa s3 luar negeri untuk para dosen. Pada 2011 jumlah bea siswa para dosen akan ditingkatkan menjadi 50 bea siswa .
Hal ini terungkap saat Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, memberikan sambutannya pada acara wisuda mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) di Jalan Kolonel H Barlian kemarin, Sabtu (4/12). Acara sendiri dihadiri pejabat-pejabat penting negara, seperti Ketua DPR RI, Marzuki Alie, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI, Muhammad Nuh, Dirjen Dikti, Ketua Komisi X DPR RI, Mahyuddin, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Hasyim Irianto jajaran unsur muspida Pemprov Sumsel, para rektor perguruan tinggi dan undangan penting lainnya.
Pada kesempatannya berbicara, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin semula memaparkan persiapan Sumsel yang akan menjadi tuan rumah kegiatan SEA Games XXVI tahun 2011 mendatang, disampaikan juga program berobat gratis, bantuan hukum gratis juga sekolah gratis yang sudah diterapkan Pemprov Sumsel. Tidak hanya itu, pada tahun 2010 ini, Pemprov Sumsel telah menyiapkan 28 bea siswa s3 bagi para dosen perguruan tinggi.
”Tahun ini semula kita akan siapkan 50 bea siswa , tapi karena anggaran yang terbatas dan besarnya biaya s3 yaitu mencapai Rp250 juta per orang, maka hanya tahun ini hanya diberikan 28 bea siswa . Tapi, tahun depan kita akan sediakan 50 bea siswa diperuntukkan dosen negeri/swasta di Sumsel,” tambah Gubernur disela acara.
Namun, untuk mendapatkan bea siswa tersebut tidaklah mudah, dalam artian para dosen yang berminat mendapatkan bea siswa s3 tersebut haruslah memiliki nilai TOEFL 550, atau sekelas native speaker. ”Yang memenuhi persyaratan silahkan, nanti kita akan berikan bea siswa di diperguruan tinggi s3 terbaik, seperti Nan Yang, Harvard, Stanford, dan ini juga terbuka untuk para dosen IGM tapi persyaratannya berat TOEFL minimal 550 – 600,” jelasnya.
Mengenai IGM sendiri, Gubernur meminta agar IGM yang selama ini hanya bersaing di tingkat Sumbagsel, agar mampu meningkatkan target persaingan secara nasional, yaitu dengan Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada. Gubernur juga meminta, sekolah IGM dapat memanfaatkan fasilitas olahraga di Jakabaring Sport City pasca SEA Games mendatang, dan menyewa pelatih-pelatih olahraga taraf internasional.
Sementara itu, Mendiknas RI, Muhammad Nuh menyambut baik, banyak tumbuhnya universitas-universitas baru salah satunya UIGM, sehingga membantu tugas pemerintah mencerdaskan anak bangsa, ia berpesan, setelah menamatkan kuliah agar wisudawan mengutamakan untuk bekerja atau untuk melanjutkan pendidikan kembali. ”Kalau tidak bisa bekerja dan sekolah ya nikah saja, karena kalau semua tidak dilakukan nanti akan nganggur,” guyonnya.
Kepada perguruan tinggi, Menteri berpesan, agar perguruan tinggi khususnya di Sumsel mampu membentuk mindset atau pola pikir mahasiswanya, karena pembentukan pola pikir ini sangat fundamental. ”Kalau pola pikir ini melenceng, maka akan melenceng terus, membangun pola pikir ini merupakan modal. Dalam mindset ini juga ada levelnya, pertama disiplin, menambah ilmu lain, kreatifitas, saling menghargai dan etika serta tatakrama,” jelasnya.
Sedangkan, Ketua DPR RI, Marzuki Alie, juga berharap Rektor UIGM membangun dan menjadikan sekolah dan kampus UIGM mampu bersaing ditingkat nasional, karena UIGM dinilainya mampu untuk itu. ”Apalagi Pemprov Sumsel menyediakan bea siswa gratis, kesempatan ini hanya sekali untuk itu manfaatkan, siapkan para dosen,tingkatkan kualitas untuk meraih TOEFL 550 dan mendapatkan bea siswa gratis tersebut,” pintanya.
Terakhir, Marzuki berpesan kepada para wisudawan/ti, agar selepas kuliah tidak hanya berfikiran untuk mencari kerja, namun lebih dari itu, lulusan UIGM agar mampu mencetak lapangan pekerjaan baru.
Usai menghadiri wisuda di UIGM, Mendiknas RI melakukan dialog dengan civitas akademika UNSRI sekaligus memberikan bea siswa Bidik Misi (bea siswa gratis-red) kepada 400 calon mahasiswa miskin di Palembang, serta tunjangan sebesar Rp500 ribu-Rp600 ribu setiap mahasiswa. ”Fakta mahasiswa sekarang itu berasal dari ekonomi menengah atas, yang menengah bawah sangat sedikit, ini kasian dibiarkan, padahal mereka memiliki kemampuan akademik,” kata Nuh.
Untuk itulah Pemerintah Pusat memiliki program bidik misi yang pada 2010 memberikan 20 ribu bea siswa untuk masuk ke seluruh perguruan tinggi negeri semua jurusan. ”Di Unsri sudah mulai, ada 400 orang , diharapkan 4 tahun ke depan ada 100.000 anak berlatar belakang miskin dikuliahkan di perguruan tinggi. Tidak hanya dibiayai kuliah, mereka juga dibiaya hidup Rp500-Rp600 ribu per bulan,” jelasnya.
Nuh juga menjelaskan, tahun depan, semua perguruan tinggi harus menyediakan 20 persen kursi untuk anak berlatar belakang miskin, yang nantinya biaya kuliah akan dibiayai pemerintah. ”Misalnya di UNSRI yang setiap tahunnya menerima 5.000 mahasiswa baru, maka dari 5.000 itu 1.000 mahasiswanya harus berlatar belakang miskin, tidak boleh ada biaya sejak pendaftara dan tidak melalui ujian masuk,” terang dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s