Pelamar Pekerja Harian Lepas Membeludak

Posted: 04/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Tidak hanya pekerjaan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi primadona, lowongan pekerjaan menjadi pekerja harian lepas (PHL) seperti pemangkas rumput, penyapu juga menjadi rebutan. Sekitar 600 pelamar PHL kemarin, memperebutkan 138 lowongan menjadi PHL.
Berbeda dengan pelamar CPNS dan pekerjaan sektor formal lainnya banyak menggunakan kendaraan bermotor atau mobil saat melamar pekerjaan, pantauan BeritaPagi di Gedung Gelora Sriwijaya Jakabaring Sport City, kemarin, Selasa (30/11). Dimana sedang dilakukan seleksi pelamar PHL, tampak ratusan sepeda terparkir di parkiran Gelora Sriwijaya Jakabaring, sekitar 600 masyarakat mengantre dipanggil namanya untuk diseleksi menjadi PHL, baik itu petugas kebersihan, pemangkas rumput dan satpam.
Di ruang seleksi, terlihat petugas seleksi terdiri dari Kepala Satuan Petugas (Satgas) Pemeliharaan dan Kebersihan Aset Pemprov Sumsel, H Rusli Nawi, perwakilan Pemerintah Daerah, pihak TNI/Polri, mewawancarai satu per satu masyarakat, mengenai umur, status dan lainnya.
Disela melakukan seleksi Kasatgas Pemeliharaan dan Kebersihan Aset Pemprov Sumsel, H Rusli Nawi menjelaskan, sesuai anggaran dan petunjuk Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, pihaknya diminta merekrut 500 orang tenaga PHL termasuk satpam dan sopir, namun hingga kini pihaknya baru merekrut 172 orang PHL dan telah bekerja. Untuk mencukupi target 500 orang, kemarin pihaknya merekrut kembali sekitar 138 orang yang akan efektif bekerja awal tahun 2011 mendatang. “Untuk PHL kita rekrut 138 orang, satpam 47 orang serta sopir 13 orang. “Ada sekitar 400-600 orang yang mendaftar, yang memenuhi syarat akan kita rekrut, sisanya akan dijadikan cadangan untuk direkrut di 2011 untuk mencukupi kuota 500 orang,” jelasnya.
Rusli menjelaskan, pengumuman kelulusan seleksi PHL kemarin, akan diberitahu pada 3 Desember 2011 mendatang, setelah itu baru efektif bekerja. Gaji para PHL ini per harinya mencapai Rp30 ribu yang ditingkatkan Rp5 ribu dari tahun 2010 lalu yang Rp25 ribu.
“Mereka yang lolos ini kriterianya berumur tidak di bawah 17 tahun dan tidak di atas 50 tahun, juga tidak lagi memiliki anak kecil karena dikhawatirkan akan menjadi urusan dan PHL tidak fokus bekerja. Selain itu, harus ada izin suami atau istri, karena PHL tidak hanya bekerja siang hari tapi juga malam hari bahkan sampai pagi, jika ada pertandingan sepakbola yang selesai malam hari atau dini hari, jadi harus ada persetujuan suami/istri itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Neni (33) warga Talang Putri Plaju, mengaku sangat ingin menjadi PHL, karena dia sendiri tidak memiliki pekerjaan tetap. “Baseng gawe dek, yang penting ado penghasilan untuk bantu suami, jadi penyapu atau pemangkas rumput jadi be,” tuturnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s