Kecerdasan Masyarakat Menonton Masih Rendah

Posted: 04/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Kecerdasan masyarakat dalam menonton siaran televisi secara sehat masih tergolong rendah, ini menjadi pekerjaan rumah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumsel, untuk mendidik masyarakat kritis dan selektif dalam memilih tayangan.
Hal ini terungkap dalam acara pembukaan diskusi panel dengan tema, ‘Meningkatkan Kecerdasan Masyarakat dalam Menonton Siaran Televisi Secara Sehat’ di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (2/12).
Usai diskusi, Pengamat Pendidikan dari IAIN Raden Fatah, Prof M Sirozi MA PhD mengatakan, di beberapa negara, mutu acara televisi berkorelasi dengan tingkat pendidikan masyakat, semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat tayangan yang dicari dan diminta adalah tayangan bermutu, sebaliknya semakin rendah tingkat pendidikan masyarakat, selera terhadap tayangan televisi juga rendah.
“Di Negara yang masih berkembang termasuk Indonesia, tayangan kurang bermutu masih banyak peminatnya, seperti tayangan mistis, perdukunan, tayangan vulgar, tayangan kekerasan, karena tingkat pendidikan masyarakat yang belum baik masih banyak sekali,” ungkapnya.
Namun, tayangan tidak bermutu ini tidak dapat ditolak hanya dengan mengecam atau menghukum saja, salah satu cara yang baik adalah meningkatkan pendidikan dan kecerdasan masyarakat itu sendiri. Karena jika pendidikan dan kecerdasan masyarakat meningkat, selera mereka akan tayangan televisi juga akan meningkat.
“KPID harus mencermati berbagai tayangan yang ada, jangan sampai bertentangan dengan peraturan UU, dengan nilai keagamaan dan adat ketimuran di masyarakat. Tindakan preventif juga perlu dilakukan, dengan mendidik anak remaja dan dewasa agar lebih selektif dan kritis menonton tayangan di televisi,” pintanya.
Karena berdasarkan penelitian, hampir semua televisi menyajikan tayangan tidak mendidik, bahkan 90 persen tayangan sinetron tidak mendidik dan berisi kekerasan, terdiri dari 50 persen kekerasan fisik dan 40 persen kekerasan psikologi. “Begitu juga tayangan lawak, banyak menayangkan praktek kekerasan, menghina orang, melakukan pelecehan, ini semua tidak mendidik dan dapat ditiru anak-anak,” urainya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPID Sumsel, Muhammad Arwadi mengatakan, secara umum tingkat kecerdasan masyarakat Sumsel untuk menganalisa acara di televisi masih rendah dan perlu ditingkatkan. Untuk itulah, sesuai dengan tupoksi, KPID akan berusaha menyosialisasikan standar isi siaran bagi masyarakat umum, dan juga menyosialisasikan pedoman isi siaran kepada lembaga penyiaran. “Tapi, untuk menyelesaikan masalah ini, tidak hanya tanggung jawab KPID saja, melainkan semua lapisan masyarkat,” jelasnya.
Sedangkan, Anggota KPID Sumsel lainnya, Muhammad Syukri menambahkan, hingga kini pihaknya masih menemukan tayangan-tayangan televisi yang menampilkan kekerasan yang terlalu vulgar, tidak sopan, tidak etis dan tidak sesuai dengan adat ketimuran. Begitu juga tayangan lawak, yang banyak mempraktekkan pemukulan dan pelecehan meski dengan properti yang bukan berbahan keras.
“Kita ingin di Sumsel tayangan televisi lokalnya sehat, jangan sampai ada berbau kekerasan dan terlalu vulgar, meski sempat kita temukan ada tayangan pembunuhan yang sadis dan berdarah, hal seperti itu seharusnya di blur atau tidak di shooting, tapi kita sudah komunikasikan dengan pengelola televisi lokal tersebut,” jelasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s