949 KAT Sumsel Belum Diberdayakan

Posted: 04/12/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Berdasarkan data 2009, masih ada sekitar 949 Kepala keluarga (KK) komunitas adat terpencil (KAT) yang belum diberdayakan pemerintah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pemberdayaan bertujuan mensejahterakan KAT dan agar KAT setara dengan masyarakat lainnya.
Data ini diungkapkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Hj Ratnawati, melalui Kasi Pemberdayaan KAT Dinsos Sosial Pemprov Sumsel, Belman Karmuda diwawancarai di kantor Dinsos Provinsi Sumsel, Kamis (2/12). Menurut Belman, masih banyak KK KAT yang masih memerlukan perhatian dan pemberdayaan dari pemerintah, salah satunya untuk meningkatkan taraf hidup dan strata sosial sama dengan masyarakat lainnya.
“Pemberdayaan KAT di Sumsel selama ini dibiayai APBN dan juga dibantu sedikit oleh APBN Kabupaten, APBN Provinsi memang belum ada alokasi khusus, karena masih diprioritaskan untuk kegiatan lain, namun kita harap ke depan untuk pemberdayaan KAT ini juga dibantu dari APBD Provinsi,” harap Belman.
Ia memaparkan, dana bantuan APBN untuk KAT tersebut melalui dana dekon pusat Kementerian Sosial untuk program KAT, namun per tahunnya hanya untuk pemberdayaan 50 KK KAT saja untuk Sumsel. Realisasi biaya pemberdayaan KAT tersebut meliputi pembangunan rumah dan pemukiman KAT, penjaminan hidup, pemberian peralatan untuk bekerja dan lainnya.
”Jika dengan asumsi 50 KK KAT per tahun, maka untuk memberdayakan semua sisa KK KAT di Sumsel yang mencapai 949 KK KAT melalui dana APBN, membutuhkan waktu sekitar 18 tahun. Data 949 KK KAT itu data 2009 lalu, belum ditambah tahun 2010 karena baru akan diinventarisir 2011 mendatang,” jelasnya.
Jumlah 949 KK KAT yang belum dilakukan pemberdayaan tersebut, tersebar di tujuh kabupaten di Sumsel, seperti di Kabupaten Musi rawas, Muba, Banyuasin, Muaraenim, Oku Selatan, OI dan OKI.
”Pada tahun 2010 ini fokus pemberdayaan KAT di Musi Rawas yaitu di Muara Tiku dan Harapan Makmur. Kita sudah membangun 50 unit rumah untuk KK KAT, masyarakatnya juga sudah mulai beradaptasi dengan warga sekitar lingkungan mereka. Untuk 2011, dilakukan tahap pemberdayaan lanjutan di Muara Tiku dan tahap tiga Harapan Makmur Mura, sekaligus kita fokus pemberdayaan tahap pertama di Desa Swarnadwipa Kecamatan Semendo Darat Kabupaten Muara Enim,” jelasnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s