Kirab Agung FKN VII Meriah

Posted: 29/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Pembukaan Festival Keraton Nusantara (FKN) VII sekaligus Kirab Agung Prajurit Keraton, yang diadakan di Benteng Kuto Besak (BKB) kemarin, Sabtu (27/11) berlangsung meriah, satu persatu kesultanan dan kerajaan menampilkan budaya masing-masing kepada masyarakat dan undangan di BKB.
Pantauan di lapangan, sejak masuk jalan menuju ke BKB dari samping kantor pos, suara musik tradisional kerajaan, alunan gamelan dan alat musik tradisional sangat kental terdengar, dari kejauhan juga terlihat ratusan orang berpakaian adat masing-masing kerajaan, berbaris untuk menampilkan kesenian dan budaya masing-masing kerajaan dihadapan para undangan dan masyarakat yang ikut menyaksikan.
Acara kemarin, dihadiri langsung Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Hasyim Irianto, Pangdam II Sriwijaya, Kesdam, Danlanal, Kapolresta, para Bupati, Walikota, tokoh masyarakat, tokoh adat. Hadir juga Staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi & Keuangan, H Musyrif Suwardi HN MM, hadir juga Raja Kerajaan Sekala Brak Lampung, Drs Pangeran Edward Syah Pernong, Wagub NTT, Walikota Ternate dan lainnya.
Pada kesempatannya berbicara, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyampaikan, kirab agung dan FKN ke VII yang diadakan di BKB kemarin, merupakan kali pertama dalam sejarah republik dilakukan, yang menghadirkan tak kurang 155 yang mulia kesultanan dan kerajaan seluruh Indonesia. Para raja dan sultan ini diiringi pengiring dilengkapi aksesoris, pakaian adat dan senjata pusaka khas masing-masing kerajaan baik dari Aceh sampai Papua.
“Jika kita berkaca pada zaman kerajaan dulu, yang tidak kenal takut dan pantang menyerah, oleh karena itu atas nama rakyat Sumsel saya mengajak semoga kita semua dapat mewariskan semangat untuk tidak takut dan tidak pantang menyerah dan diimplementasikan di zaman sekarang. Karena, Indonesia ini adalah bangsa yang kuat dan besar, sehingga mari lanjutkan kejayaan masa lalu di masa sekarang, maju terus pantang mundur !” kata Gubernur yang bergelar Pangeran Adipati Natanegara ini.
Pada kesempatan kemarin, Gubernur juga meminta maaf jika dalam penerimaan dan penyambutan di Palembang, masih terjadi kekurangan dan akan diperbaiki ke depan. “Kami mohon maaf, khususnya saya Gubernur selaku wakil dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar menyampaikan, berdasarkan musyarawah besar raja sultan pada tahun 2008 di Makassar, menetapkan tuan rumah FKN VII di Keraton Kesultanan Palembang Darussalam. “FKN` ini tidak lain untuk mempererat tali persaudaraan antara kesultanan dan kerajaan se nusantara,” jelasnya.
Ia menerangkan, karena menyangkut pembiayaan begitu besar yang harus ditanggung keraton masing-masing, maka hanya sekitar 50 keraton dari 145 keraton yang mengikuti kirab agung kemarin. Tidak hanya kirab agung, FKN juga menyuguhkan pameran benda-benda pusaka di museum, dan juga dimanfaatkan untuk mengadakan musyawarah besar raja sultan dan lembaga adat nusantara.
“Kami juga memohon izin kepada Mendagri, Gubernur Sumsel, Kapolda, Panglima, untuk dapat menerima penyerahan tanah dan air dari Aceh sampai Papua. Hal ini sebagai simbol, bahwa kerajaan ini adalah pengawal utama dari NKRI, kami bangkit untuk mengangkat harkat martabat adat pelaku pelestari yang hampir 70 persen telah hilang dan punah,” katanya.
Sultan Iskandar juga menyampaikan pesan dari Presiden RI, agar keraton kesultanan dan lembaga adat kembali pada jati diri, dan menjadikan kembali suasana bangsa yang ramah tamah, memiliki kegotong royongan dan kesetiakawanan tinggi. “Maka dari itu kami berkumpul di sini bersama-sama untuk mengembalikan jati diri dengan beragam budaya yang tercantum dalam jamrud khatulistiwa,” tutupnya.
Usai acara, dari Kerajaan Sekala Brak Lampung, Raja Kerajaan Sekala Brak Lampung, Drs Pangeran Edward Syah Pernong (gelar sultan Sekala Brak yang dipertuan XXVIII), mengatakan, Kerajaan Sekala Brak berpusat di Lampung Barat, yang selama ini eksis dalam kegiatan FKN.
“Kehadiran kami di sini bukan hanya bertemu dan silaturahmi, tapi yang terpenting adalah untuk menyatukan semangat, spirit dalam membangun Indonesia ke depan. Indonesia ini multi culture, sehingga pendekatan budaya harus dijadikan alat komunikasi, agar masyarakat Indonesia selain modern tapi juga berbudaya, dan sosok anak bangsa juga menjadi berbudaya,” katanya.
Menurutnya, pada FKN VII kemarin, Raja Sekala Brak Lampung didampingi Perdana Menteri, Brigjend Pol Drs Ike Edwin SH MH MM dan Bupati Lampung Barat Drs H Mukhlis Basri MM beserta jajarannya, ikut mengiringi para pemapah dalom, para raja jukuan dan hulubalang serta para prajurit yang berjumlah sekitar 600 orang.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s