PTBA Diminta Prioritaskan Suplai Batubara ke TAA

Posted: 25/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

– Transpasific Railway Harus Prioritaskan TAA
InformasiPagi, Sumsel

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) meminta PT Bukit Asam (PTBA), memrioritaskan pengangkutan batubara dari Muara Enim ke kawasan Tanjung Api-api (TAA). Hal ini terkait, permintaan izin PTBA ke Pemprov Sumsel untuk membangun transpasific railway Muara Enim-Lampung.
“Di Jakarta kemarin, PTBA melakukan pemaparan kepada Pemprov Sumsel dan meminta izin untuk membuat jalur dari Lahat-Muara Enim ke Tarahan Lampung, yang disebut mereka Transpasific Railway,” ungkap Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumsel, Ir Eddy Hermanto SH MM diwawancara, Sabtu (20/11).
Eddy menjelaskan, pembangunan Transpasific Railway oleh PTBA tersebut untuk mengangkut potensi batubara Sumsel melalui jalur baru, yang semula dari Muara Enim ke Prabumulih, ditambah lagi dari Muara Enim langsung melewati Baturaja dan langsung menuju Tarahan Lampung. “Mereka ingin potong kompas agar lebih dekat jalannya, tapi sejauh ini mereka baru memberikan paparan kepada Pemprov Sumsel,” kata Eddy.
Secara prinsip, Pemprov Sumsel sambung Eddy akan menyetujui pembangunan jalur baru untuk Transpasific Railway tersebut, dengan catatan PTBA dapat memenuhi persyaratan dan permintaan dari Pemprov Sumsel, yaitu memrioritaskan pengangkutan batubara menuju TAA dari ke Lampung.
“Perizinannya akan kita berikan, sepanjang pihak PTBA mau memenuhi dulu untuk kepentingan TAA, artinya ke Lampung itu sisa dari produksi dari yang ke TAA. Jadi, prioritas utama harus tetap ke TAA, setelah itu bisa dipenuhi, baru boleh mengangkut batubara ke Lampung,” jelasnya.
Menurut dia, jumlah pengangkutan batubara ke TAA yang harus dipenuhi sekitar 35 juta ton per tahun, sementara lampung sekitar 25 juta ton per tahun. “Pemprov Sumsel optimis mereka akan sanggup memenuhinya, karena mereka bisa saja memroduksi hingga 100 juta ton per tahun, untuk konkrit realisasinya akan kita lakukan rapat pembahasan lebih lanjut dengan pihak PTBA,” tutup Eddy.
Sementara itu, Direktur Utama PTBA, Sukrisno menjelaskan, kerjasama dengan Pemprov Sumsel dalam hal pengangkutan batubara telah dilakukan sejak 1963 lalu, yang semula kapasitas produksi PTBA hanya sekitar total 4-5 juta ton per tahun dan terus meningkat hingga kini, kecilnya angka produksi karena pihaknya mengalami kendala minimnya infrastruktur.
”Kalau infrastruktur rel kereta api double track dari Tanjung Enim ke TAA dan Tanjung Enim Lampung rampung, maka pada 2014 mendatang produksi batu bara PTBA dapat mencapai 50 juta ton per tahunnya, bahkan pada 2019-2020 mendatang PTBA akan mampu memproduksi batubara 100 juta ton per tahunnya,” katanya optimis.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyampaikan, total produksi batubara PTBA hanya sekitar 11-12 juta ton per tahun, angka ini membuat PTBA menjadi perusahaan peringkat ke tujuh yang menghasilkan produksi batu bara di Indonesia, peringkat ini di bawah perusahaan pertambangan besar milik swasta di daerah Kalimantan yang produksinya mencapai 40-50 juta ton per tahun.
“Ke depan, PTBA harus bangkit meningkatkan produksi batubara per tahunnya, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan pertambangan batu bara yang dikelola pihak swasta. Kita akan kawal bersama-sama, kalaupun nantinya menemui kendala di lapangan laporkan kepada kami agar dapat dibantu,” janji Alex.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s