KPID Diminta Transparan Anggaran

Posted: 25/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

– KPID Sumsel Diminta Berani dan Tegas

InformasiPagi, Sumsel

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan (Sumsel) diminta lebih transparan dalam menggunakan anggaran, dan lebih berani tindak tegas siaran ‘nakal’.
Hal ini terungkap dalam acara workshop penguatan lembaga KPID Sumsel, di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (23/11). Konsep workshop dibalut dengan paparan saran dan kritik yang disampaikan perwakilan pemerintah, masyarakat, tokoh ulama, mahasiswa, lembaga-lembaga penyiaran dan lainnya, yang kemudian ditanggapi langsung jajaran KPID Sumsel.
Pada kesempatannya berbicara, dari perwakilan tokoh agama, H Umar Said menyampaikan beberapa poin penting untuk KPID Sumsel, pertama ia meminta KPID Sumsel kuat secara kelembagaan, tidak boleh diintervensi Pemerintah meski didanai Pemerintah. Sumber Daya Manusia KPID juga harus berkualitas berbasis kinerja turun ke lapangan bukan hanya program-program.
Dalam pengawasan isi siaran, KPID Sumsel juga tidak dapat bekerja sendiri, tapi wajib merangkul kalangan tokoh agama, ormas, OKP dan lainnya, agar pengawasan lebih maksimal. Demikian juga dalam penindakan, KPID harus berani dan tegas memberikan sanksi kepada media penyiaran baik radio dan khususnya televisi yang melanggar atau ‘nakal’.
“Jangan karena ada kawan di salah satu media penyiaran, membuat KPID tidak memberikan sanksi. Dalam hal anggaran, KPID juga agar transparan karna anggaran yang dialokasikan kepada KPID adalah uang rakyat dan harus dipertanggung jawabkan,” pinta Ketua Forum Umat Islam Sumsel ini.
Pemprov Sumsel juga diharapkan Umar, agar memrioritaskan penganggaran untuk KPID Sumsel dan tidak menunda-nunda pengalokasian dananya. “Sumsel harus smart dalam segala hal, tidak hanya klub sepakbola SFC, KPID Sumsel juga harus menjadi yang terbaik di Indonesia,” motivasinya.
Terakhir ia meminta, KPID Sumsel melahirkan media penyiaran yang bermartabat, memberi informasi yang baik, benar, tidak mengadopsi keinginan dan didikte masyarakat, demi memajukan dan mencerdaskan bangsa. “Kalau ada siaran yang dinilai ada indikasi meracuni masyarakat, segera diminta untuk dihentikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPID Sumsel, M Arwadi mengatakan, workshop bertujuan mendengar masukan dari masyarakat, bagaimana keinginan masyarakat terhadap KPID ke depan, karena selama ini gaung KPID Sumsel masih belum membumi di masyarakat. “Sekarang banyak siaran televisi di Sumsel yang agak kurang mendidik, terutama sinetron bertema percintaan tapi memakai atribut pelajar, terhadap siaran-siaran yang tidak mendidik ini akan kita tindak lanjuti,” janjinya.
Sedangkan, Anggota KPID Sumsel lainnya, Sukri menambahkan, ke depan KPID Sumsel akan menerapkan sistem reward and punishment atau penghargaan dan sanksi kepada media penyiaran. “Kita juga akan turun memantau langsung media penyiaran di daerah-daerah, kita akan mendengar langsung masukan dari masyarakat tentang media penyiaran di daerahnya apa ada yang melanggar atau tidak,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s