KPAI Sumsel Sumsel Soroti Kasus Mutilasi Anak

Posted: 25/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , ,

– KPAI Sumsel Minta Pengawasan di Lapas Anak Ditingkatkan
InformasiPagi, Sumsel

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menyoroti terjadinya kasus mutilasi narapidana (napi) anak yang dilakukan napi lainnya di lembaga permasyarakatan (Lapas) anak Pakjo. KPAI Sumsel meminta pemisahan ruangan napi kasus per kasus dan meningkatkan pengawasan.
Ketua KPAI Sumsel, Hj Siti Romlah mengatakan, pihaknya memiliki peran untuk memberikan advis kepada anak-anak untuk tidak melakukan hal-hal yang dilanggar, terlebih melakukan tindakan menghilangkan nyawa orang lain.
“Kami ingin mengetahui secara langsung apa latar belakang mereka melakukan pembunuhan tersebut, untuk memberikan nasehat agar tidak melakukannya lagi, tadi ada yang mengaku bukan kehendak mereka membunuh dan memutilasi. Kami juga melihat mereka bukan tergolong anak-anak lagi, tapi karena kejadiannya di lapas anak, maka sudah menjadi tugas kami memantaunya,” kata Siti diwawancara di kantornya, kemarin Selasa (23/11).
KPAI Sumsel menyarankan, agar ada pemisahan ruangan antara napi anak yang melakukan pembunuhan, pencurian atau narkoba, sehingga napi anak yang melakukan pembunuhan tidak memengaruhi napi lain yang belum pernah melakukan pembunuhan.
“Jangan dicampur aduk, yang mencuri jangan dicampur dengan anak yang melakukan pembunuhan, kita juga sangat berharap hal seperti ini tidak lagi terjadi ke depan. Untuk itulah pihak lapas kita minta mengawasi lebih ketat anak-anak lapas, jika kekurangan personel agar ditambah dan juga agar terus memberikan pembinaan khususnya mental spiritual mereka,” saran dia.
Karena menurut Siti, anak-anak yang dititipkan di lapas tersebut untuk dibina agar keluar menjadi lebih baik lagi, bukan menjadi bertambah brutal, untuk itulah pihak lapas agar memerhatikan hal ini. “Kita juga berharap pihak lapas memperbaiki fasilitas yang masih kurang memadai di lapas khususnya kamar lapas, karena kondisinya sejak dulu masih memrihatinkan,” katanya.
Terpisah, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel, H Umar Said berpendapat, kejadian pembunuhan beserta mutilasi di dalam lapas merupakan kelalaian dari pihak lapas untuk diperbaiki ke depan. ”Hukum juga belum begitu ditegakkan sehingga melahirkan prilaku masyarakat yang sering main hakim sendiri, melakukan tindakan kekerasan, akibat dari tidak adanya sanksi hukum yang tegas dan menjerakan,” ucapnya.
Seperti diketahui sebelumnya Senin (22/11) di lapas anak Pakjo, terjadi pembunuhan dan mutilasi terhadap napi anak bernama Eko Adi Saputra, oleh delapan rekan sekamarnya di lapas.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s