Jalur Angkutan Batu Bara Diperpendek

Posted: 25/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Agar jarak tempuh pengangkutan batubara oleh PT Priamanaya Djan Internasional dari Kabupaten Lahat ke Patra Tani Kabupaten Muaraenim lebih dekat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama PT Priamanaya Djan Internasional menyepakati perubahan rute atau jalur pembangunan rel kereta api angkutan batu bara tersebut.
Demikian terungkap dalam rapat membahas penetapan trase dan izin prinsip pembangunan perkeretaapian khusus angkutan batubara Lahat- Patra Tani oleh PT Priamanaya Djan Internasional, di Kantor Gubernur, kemarin Rabu (24/11). Rapat diikuti jajaran PT Priamanaya Djan Internasional, perwakilan dari Bappeda Kota Prabumulih dan lainnya.
Usai rapat, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumsel, Ir H Eddy Hermanto SH MM mengatakan, Pemprov Sumsel dan PT Priamanaya Djan Internasional telah sepakat memperpendek jarak tempuh pengangkutan batubara dari Lahat ke Patra Tani Muara Enim, yaitu dari rencana semula jarak tempuhnya sepanjang 142,5 Kilometer (Km) diperpendek menjadi 136 Km.
“Jadi, akan dibuat rute baru atau jalan pintas melalui Kota Prabumulih, karena rute lintasan angkutan batubara ini masuk wilayah Prabumulih, maka kita juga undang pihak Bappeda Kota Prabumulih agar dapat mengeluarkan surat rekomendasi,” katanya.
Menurut mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumsel ini, pembangunan rel angkutan batubara oleh Priamanaya Djan Internasional ini telah memiliki izin prinsip Menteri Perhubungan RI, sudah disampaikan ke Gubernur Sumsel, bahkan direspon positif Gubernur dengan menindaklajuti melalui pengeluaran izin penetapan trase jalan.
“Secara umum proses pengajuan izin pembangunannya sudah berjalan lancar, tinggal menunggu dari rekomendasi Kota Prabumulih. Setelah menuntaskan masalah perizinan, pihak Priamanaya Djan Internasional akan memasuki proses pengurusan Amdal, pembebasan hutan dan lainnya,” kata Eddy.
Ia menambahkan, Pemprov Sumsel juga segera melakukan pertemuan dengan seluruh perusahaan yang akan membangun rel kereta api pengangkut batubara di Sumsel, baik itu PT Adani Global, PT Priamanaya Djan Internasional dan Servo, untuk membicarakan tentang pertemuan lintasan rel KA yang akan dibangun masing-masing perusahaan. “Kalau tidak ada kendala, pembangunan rel kereta api angkutan batu bara ini rampung bersamaan dengan perlintasan rel KA doubel track Tanjung Enim- Tanjung Api-api (TAA),” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT PDI, Susilo Dwijantoro menjelaskan, pihaknya akan membangun jalur kereta api dari Lahat untuk loading session batubara ke terminal khusus di Patra Tani untuk unloading session. Dengan rencana kebutuhan lahan untuk jalur ereta api ini sekitar 883 hektar, target sementara dapat mengangkut 5 juta ton batubara per tahun. Proyek ini kata dia ditargetkan terealisasi pada tahun 2013 mendatang dengan investasi Rp6 Triliun.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s