DPD Partai Golkar Palembang 2009-2015 Dilantik

Posted: 21/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Setelah menunggu lama, akhirnya kepengurusan DPD Partai Golkar periode 2009-2015 dilantik, ketua terpilih M Adiansyah SH, pelantikan tetap berlangsung meski ada beberapa kader Golkar tidak menyetujui jalannya pelantikan.
Pantauan di Ballroom Hotel Aryaduta kemarin, Sabtu (20/11), pelantikan berjalan sukses dan dijaga puluhan aparat kepolisian, namun, pelantikan DPD Partai Golkar periode 2009-2015 tidak dilakukan langsung Ketua DPD Partai Golkar Tk I Provinsi Sumsel, H Alex Noerdin yang sedang berhaji. Pelantikan diwakili oleh Wakil Ketua DPD Partai Golkar Tk I Provinsi Sumsel, Ir Wasista Bambang Utoyo.
Acara pelantikan kemarin, dihadiri langsung jajaran DPD Partai Golkar dari tingkat kelurahan, kabupaten/kota hingga tingkat Provinsi, juga dihadiri jajaran Partai Golkar Palembang periode 2004-2009, unsur muspida Palembang, Sultan Palembang Darussalam, ormas dan undangan penting lainnya.
Dalam saambutannya, Ketua DPD Golkar Palembang periode 2009-2015, M Adiansyah SH, berterimakasih kepada seluruh kader Partai Golkar atas dukungan yang diberikan kepadanya, ia mengajak kader Partai Golkar bahu membahu membesarkan dan menyukeskan Partai Golkar dan tetap melakukan konsolidasi organisasi, untuk pemilu dan pilpres yang akan datang. Karena menurutnya, Partai Golkar tidak akan bisa besar tanpa dukungan seluruh kader. “Semuanya ini tidak terwujud, jika tanpa dukungan dan kesabaran kepengurusan organisasi,” katanya.
Saat diwawancara ia menambahkan, langkah awal setelah dilantik pihaknya akan menyiapkan program peningkatan kualitas SDM, salah satunya melalui diklat, pelatihan dan kegiatan lain, sehingga Golkar dapat menghasilkan SDM-SDM yang baik dan handal ke depan.
Pada kesempatannya memberi sambutan, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Tk I Provinsi Sumsel, Ir Wasista Bambang Utoyo, mengatakan, kepengurusan DPD Partai Golkar Palembang periode 2009-2015 yang baru dilantik, agar segera melakukan konsolidasi organisasi sampai ke tingkat bawah, tidak ada kata terlambat meski baru dilantik.
Karena menurutnya, semua kader Partai Golkar di daerah lain sudah bersemangat, sehingga DPD Partai Golkar Palembang dimintanya lebih bersemangat lagi. “Kembalikan Partai Golkar seperti dulu yang menguningkan suasana, suara Golkar adalah suara rakyat, mari membangun bangsa, hari ini saya canangkan Golkar harus menang,” katanya.
Ia juga menyampaikan pesan dari Ketum Golkar Pusat, bahwa saat ini survei suara Partai Golkar secara nasional meningkat, namun Golkar kini tengah diserang isu yang dapat menjatuhkan Partai Golkar sehingga kader diminta jangan terpengaruh terhadap isu tersebut.
Selain itu, Wasista bersyukur situasi di Sumsel masih kondusif, aman dan tidak terjadi persoalan yang bersifat pemecah belah bangsa, tidak seperti yang terjadi di daerah di luar Sumsel yaitu Jawa, Kalimantan Sulsel dan lainnya. “Sumsel sekarang dalam keadaan aman, kondusif, dan akses mengeluarkan potensi Sumsel menuju Tanjung Api-api (TAA) segera diwujudkan, dengan kekondusifan itu pemerintah pusat memberikan kepercayaan kepada Sumsel salah satunya menyelenggarakan SEA Games, sukses SEA Games ini adalah sukses sumsel,” ujarnya.
Untuk itulah, ia meminta kader Partai Golkar agar menyukseskan SEA Games, karena jika SEA Games di Sumsel berhasil, investor akan banyak masuk Sumsel yang pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan terwujud. “Artinya, Ketua DPD Golkar Tk I Provinsi Sumsel, yang dalam hal ini Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin sukses memimpin,” tegasnya.
Wasista berpesan, Partai Golkar jangan dimasuki masalah kepentingan pribadi dan perseteruan, jika menemui masalah dimintanya agar tetap mengacu dan patuh kepada dengan keputusan partai. “Apa yang diputuskan partai itu adalah kebijaksanaan partai yang telah melalui proses,” jelasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya mantan Ketua DPD Partai Golkar Palembang 2004-2009, M Yansuri SIP, mengatakan, jika pada kepemimpinannya pada periode 2004-2009 lalu terjadi kesalahan ia meminta maaf, ia berharap pada kepengurusan baru ke depan Partai Golkar akan lebih baik dari kepemimpinan sebelumnya.
“Saya sadari mungkin banyak kesalahan dan kekurangan pada masa kepemimpinan sebelumnya, tapi terimakasih atas dukungan sepenuhnya selama kepemipinan saya. Kalau ingin Partai Golkar ingin dicintai maka ujung tombaknya adalah rekan pengurus di kelurahan dan kecamatan, karena mereka menjadi contoh dan suri tauladan bagi masyarakat sekitarnya. Banyak-banyaklah turun ke masyarakat, mari bersatu mudah-mudahan Partai Golkar lebih baik dari sekarang,” harapnya.
Sebelumnya, pada Jumat (19/11), BeritaPagi menerima surat dari Forum Ketua Kecamatan Partai Golongan Karya se Kota Palembang, yang menyebutkan ada 10 dari 16 Ketua Partai Golkar Kecamatan se Palembang, juga Kosgoro 1957, KPPG dan AMPG Kota Palembang, yang menolak dilakukannya pelantikan,
Dalam pernyataan sikapnya disebutkan, pertama, menolak dengan tegas rencana pelantikan kepengurusan Partai Golkar Kota Palembang Masa Bhakti 2009-2015, karena kemelut Partai Golkar Palembang pasca musda tanggal 6 Januari 2010 berakhir deadlock atau gagal, dan sampai saat ini belum ada penyelesaian dalam bentuk apapun juga, untuk itu kepengurusan Partai Golkar Kota Palembang Masa Bhakti 2009-2015 dalam keadaan status quo atau fakum. Kedua, meminta dan mendesak Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel, untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Golkar Palembang.
Adapun kader Partai Golkar yang menolak pelantikan tersebut seperti, Ketua Partai Golkar Kecamatan Seberang Ulu I, HM Toyib Akib, Ketua Partai Golkar Kecamatan Alang-alang Lebar, Amirul Husni SH, Ketua Partai Golkar Kecamatan Kalidoni, Kustalani Diat SH, Ketua Partai Golkar Kecamatan Ilir Barat II, Warto Raharjo SAg, Ketua Partai Golkar Kecamatan Kertapati, Dra Hj Cik Ona, Ketua Partai Golkar Kecamatan Bukit Kecil, Alex Kosasih, Ketua Partai Golkar Kecamatan Ilir Timur I, M Anshori Herwani BA, Ketua Partai Golkar Kecamatan Sematang Borang, Sofrin Romsau, Ketua Partai Golkar Kecamatan Kemuning/pemegang mandat, Ridwan Said SH, Ketua Partai Golkar Kecamatan Ilir Timur II, H Zuhri Lubis, Ketua Kosgoro 1957 Kota Palembang, Evi Mustika, Ketua AMPG Kota Palembang, H Sulaiman Zahri SH, Ketua KPPG Kota Palembang, Hj Rosmawarda Salam.
Menanggapi hal ini, Ketua DPD Golkar Palembang terpilih, M Adiansyah SH, tidak banyak berkomentar, menurutnya jika ada yang tidak menyetujui itu merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam proses pemilihan. “Itu biasa terjadi, dan bukan hanya di Partai Golkar saja, tapi semua organisasi pasti terjadi seperti itu, apalagi dalam berpolitik pasti ada persaingan,” katanya singkat.
Sedangkan, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Tk I, Ir Wasista Bambang Utoyo, menjelaskan, pelantikan kemarin adalah sah, karena sudah ditandatangani oleh Ketua DPD Partai Golkar TK I Provinsi Sumsel, H Alex Noerdin, dan sudah dikonsultasikan ke pusat. “Pak Alex sudah melimpahkan pelantikan delapan daerah kepada saya, dan pelantikan ini sah karena surat keputusannya sudah ada, tinggal melantik saja. Tapi, kalau tidak ditandangani pak Alex saya tidak berani melantiknya,” kata Wasista.
Mengenai ada kader Partai Golkar yang tidak menyetujui pelantikan, pihaknya tidak akan memberikan sanksi, dan tetap menjalankan proses seperti ketentuan.
Disinggung mengenai tentang alasan baru dilantik kemarin, sementara SK sudah terbit sejak lama, menurut Wasista semua daerah berharap Alex Noerdin melantik, namun karena kesibukan sebagai Gubernur Sumsel pelantikan dilimpahkan kepadanya. “Pak Alex hanya dapat melantik tujuh daerah, tapi delapan daerah diwakilkan ke saya dan ini (kemarin-red) adalah hari terakhir pelantikan,” tutupnya.

Hal senada diungkapkan Mantan Ketua DPD Partai Golkar Palembang 2004-2009, M Yansuri SIP, menurutnya, pelantikan DPD Partai Golkar Palembang sudah sah dilakukan. “Ini sudah sah, sudah ada SK dan sudah dilantik, bagi mereka yang tidak suka ya silahkan, kalau mereka memikirkan kepentingan partai silahkan mereka bergabung,” pintanya.
Ia juga berharap, para kader yang tidak menyetujui adanya pelantikan, agar berjiwa besar, meski ada persaingan dalam partai tapi harus tetap menjalin silaturahmi. Namun menurutnya, permasalahan selisih paham sudah biasa terjadi di partai sebagai dinamika berpolitik. agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s