Biro PP Jemput Bola Data Kekerasan

Posted: 21/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Selama ini data kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak sering tidak dilaporkan ke pemerintah, sehingga pemerintah kesulitan memantau jumlah data kekerasan yang terjadi di Sumsel. Ke depan Biro Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Biro PP dan PA) Pemprov Sumsel, akan menjemput bola data kekerasan dari berbagai pihak.
Hal ini dikatakan, Kepala Biro PP dan PA Pemprov Sumsel, Meri Arianti disela acara pelatihan pengumpulan data korban kekerasan, di Hotel Bumi Asih Jumat (19/11). Menurutnya, jumlah kekerasan baik pelecehan, pemerkosaan, pemukulan terhadap perempuan dan anak di Sumsel seperti fenomena gunung es, yang sedikit muncul di permukaan namun jumlahnya di bawah yang tidak terungkap ada banyak. “Untuk data konkritnya hingga sekarang belum dikolektifkan, dan juga harus dikonfirmasikan dengan data statistik. Tapi, kecendrungan jumlahnya stabil, kalaupun ada kenaikan tidak begitu signifikan, kita berharap jumlah kekerasan ini menurun,” harapnya.
Menurutnya, berbagai cara dilakukan pihaknya untuk mendapatkan data realistis terhadap kekerasan di Sumsel, salah satunya melalui pelatihan pengumpulan data korban kekerasan bagi jajaran Dinas Sosial, Bappeda, LSM, Rumah Sakit dan lainnya se Sumsel. “Selama ini, mereka masih bingung membuat data kekerasan, padahal banyak data kekerasan yang masuk ke instansi-instansi tersebut, sehingga koordinasi tentang data kekerasan ke Biro PP di daerah masih belum maksimal,” katanya.
Meri mengaku, data-data kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak dari rumah sakit, kepolisian, kejaksaan, LSM dan lainnya jarang disampaikan ke pemerintah dalam hal ini Biro PP dan PA, sehingga data realistis jumlah kekerasan tersebut sulit diketahui. Banyak juga kasus kekerasan tidak disampaikan ke aparat atau instansi, karena enggan mengadu, malu atau alasan lainnya. Bahkan banyak juga kejadian kekerasan berakhir pada damai, ada juga tidak ditindaklanjuti aparat dan lainnya, sehingga data kekerasan tersebut hilang.
“Data-data kekerasan yang ada selama ini banyak, tapi tidak terkoordinir, padahal Biro PP dan PA ini sebagai user untuk memfasilitasi itu. Terkadang data yang masuk ke Biro PP itu kosong, kan itu gak mungkin, ke depan kita akan jemput bola data-data kekerasan ini, baik dari pihak pengadilan, kepolisian, LSM dan lainnya, sehingga ketika sudah didapatkan informasi dapat segera ditindaklanjuti,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Anak dan Peranserta Masyarakat Biro PP dan PA Pemprov Sumsel, Palek Sulaiman menambahkan, kegiatan pelatihan kemarin, adalah program dari pemerintah pusat, Pemprov Sumsel diminta untuk memfasilitasi kegiatan pusat tersebut. Materi pelatihan yang diberikan mengenai pendataan dan pengisian formulir tentang kualitas hidup perempuan, teknis membuat data terpilah untuk korban tindak kekreasan perempuan dan anak, serta materi-materi penting lainnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s