Rumah Murah Sektor Non Formal Tunggu Pendanaan

Posted: 20/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Kelanjutan pembangunan rumah murah sektor non formal tipe 21 di Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati, masih menunggu pendanaan dari Bank Sumsel Babel Syariah kepada pihak developer agar dapat meneruskan pembangunan.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumsel, Ir Rizal Abdullah Dipl.He MT melalui Kabid Tata Perumahan dan Bangunan Dinas PU CK Provinsi Sumsel, Ir H Fazadi Afdanie MS MT, diwawancara di kantonya, kemarin Kamis (18/11).
“Sejauh ini pembangunan rumah murah sektor informal ini sudah mencapai lebih dari 100 unit, pembangunannya sekarang sedang terkendala pada pendanaan sehingga pihak developer belum dapat melanjutkan pembangunan, karena pendanaan dari Bank Sumsel Babel Syariah belum dikucurkan,” katanya.
Macetnya pendanaan tersebut sambung dia, bisa jadi karena belum selesainya akad kredit rumah murah di Jakabaring antara Bank Sumsel Babel Syariah dengan pihak pendaftar, sehingga pihak developer belum dikucurkan dana oleh Bank Sumsel Babel Syariah. “Kalau empat developer dari REI ini sudah mendapatkan dana dari akad kredit itu, baru akan melanjutkan lagi pembangunan, karena namanya itu pinjaman konstruksi,” jelas dia.
Menurutnya, Dinas PU CK Sumsel hanya mendesain lokasi, merencanakan bentuk bangunan, mengawasi pekerjaan, mengkonsolidasikan sumber dana-dana, seperti dana dari Kemenpera untuk jalan pemukiman, Kementrian PU untuk drainase dan lainnya. “Kita hanya memfasilitasi mendapatkan sumber dana, membantu infrastruktur seperti jalan masuk, air minum, septictank komunal, untuk Dinas Pertambangan dan Energi memasukkan jaringan listrik dan lainnya,” ujarnya.
Jika berdasarkan target, akhir 2010 sebanyak 1.000 unit rumah murah tersebut harus rampung, hanya saja karena ada hambatan sehingga baru dapat dikerjakan lebih dari 100 unit. “Selain masalah pendanaan, cuaca hujan yang menyebabkan banjir juga menjadi kendala lain pembangunan,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua DPD REI Sumsel Oka Moerod menjelaskan, pihaknya siap menyelesaikan tugas dan kewajibannya untuk menyukseskan program rumah murah Pemprov Sumsel yang sudah menjadi percontohan nasional tersebut. Hanya saja kata Oka, dalam penyelesaian pembangunan rumah murah tersebut perlu ada kerjasama yang baik dan team work antara pihak developer, Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel Syariah Palembang agar dapat mencapai target waktu penyelesaian.
“Team work ini, Pemprov Sumsel agar dapat mempercepat proses tahapan seleksi pendaftar, dan pihak Bank Sumsel Babel Syahriah agar dapat menyegerakan akad kredit jika persyaratan yang dibutuhkan sudah lengkap. Karena kami siap menyelesaikan pembangunan ini, tapi percuma kalau sudah banyak dibangun proses KPR atau akad kreditnya nanti akan macet,” katanya.
Oka mengatakan, pihaknya kini tengah fokus pada pembangunan rumah murah sektor formal tipe 36 di Jakabaring, dan untuk sementara mengurangi aktifitas pembangunan rumah murah sektor non formal di Keramasan. “Sekarang sekitar 450 unit rumah murah sektor formal di Jakabaring sudah dibangun, dan sudah 285 pendaftar yang akad kredit, setelah akad kredit tahap I ini kami akan fokus lagi ke rumah murah di Keramasan,” pungkasnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s