Kabupaten/kota Lamban Laporkan Kekurangan Obat-obatan

Posted: 17/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel mengaku, Dinkes kabupaten/kota masih sering lamban melaporkan kekurangan obat-obatan kepada Dinkes Provinsi, sehingga terkadang tiba-tiba baru diketahui obat-obatan seperti di puskesmas sudah menipis.
Kadinkes Provinsi Sumsel, Zulkarnain Noerdin mengatakan, Dinkes Provinsi memiliki stok obat-obatan untuk daerah se Sumsel, sejauh ini stok di Provinisi sudah cukup. Jika ada kabupaten/kota yang kekurangan obat-obatan atau stok mulai menipis, kabupaten/kota dapat membuat perencanaan pengadaan obat-obatan. Sama halnya ketika Dinkes Provinsi kekurangan obat-obatan, maka Dinkes Provinsi akan meminta ke Kementrian Kesehatan RI.
“Sekarang ini, tinggal kecepatan permintaan, itu yang kadang-kadang sangat lamban dilakukan kabupaten/kota, diketahui media massa dulu di lapangan, baru dinasnya terkejut sehingga Dinkes Provinsi juga terkejut. Padahal, dinasnya selalu harus memantau buku-buku stok inventarisasi barang di puskesmas-puskesmas, itu harus dipelajari terus,” pintanya saat diwawancara Sabtu (13/11), mengenai ada pemberitaan daerah yang stok obatnya menipis.
Zoel menegaskan, Dinkes kabupaten/kota agar aktif mengingatkan puskesmas-puskesmas untuk melaporkan jika stok obat mulai menipis, sehingga tidak terjadi kekurangan obat-obatan dan jangan sampai terlambat. “Kalau sudah menipis cepat diperingatkan untuk segera meminta ke kabupaten/kota, jika kabupaten/kota kekurangan segera mintalah ke Provinsi. Itu yang masih perlu kita benahi ke depan,” katanya.
Saat ditanya mengenai kondisi kesehatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang sering berubah-ubah akhir-akhir ini, Zoel mengatakan, kondisi cuaca akhir-akhir ini sangat ekstrim, terkadang terlalu dingin terkadang juga terlalu panas, perubahan iklim ini memang dapat membuat rentan daya tahan tubuh masyarakat.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak memperendah daya tahan tubuh dengan kurang tidur, kurang gizi dan salah makan. “Jangan perlemah lagi daya tahan tubuh dengan aktifitas yang membuat tubuh tidak prima,” pintanya.
Ia tidak menampik, jika saat kondisi perubahan iklim akhir-akhir ini, terjadi peningkatan masyarakat yang sakit seperti infeksi saluran pernafasan (ISPA) dan juga diare, namun peningkatan tersebut tidak begitu signifikan atau tidak tinggi menuju KLB (kejadian luar biasa). “Peningkatan itu masih di bawah 10 persen dari rata-rata,” ungkapnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s