Jangan Kaitkan Teroris Dengan Islam

Posted: 12/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Maraknya aksi kriminal akhir-akhir ini sering dikaitkan dengan aksi terorisme, parahnya lagi, aksi teroris tersebut sering dikait-kaitkan dengan Islam sehingga dapat memperburuk citra Islam itu sendiri. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) meminta aparat dan pemerintah jangan mudah men-cap aksi kriminal dengan teroris dan simbol agama.
Menurut Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun, setiap permasalahan khususnya masalah aksi kriminal yang terjadi akhir-akhir ini, harus disikapi dengan arif, santun, objektif dan realistis, sehingga akan lebih memadamkan api emosional sosial.
“Jangan jika ada permasalahan yang belum jelas langsung dicap teroris, padahal itu murni aksi kriminal, seperti pelaku kriminal misalnya perampokan, perampok itu dicap teroris, dan terosis ini dikaitkan dengan kegiatan mengajar ngaji atau penjual obat herbal Islam, jangan dikait-kaitkan ke sana (Islam-red),” pinta Sodikun saat diwawancara Sabtu (9/10).
Karena sejak aksi bom bunuh diri di Indonesia dan kejadian 11 September WTC beberapa tahun lalu, dunia bahkan pemerintah mudah men-cap dan cepat melabelkan pelaku murni kriminal dengan teroris dan simbol agama Islam. Padahal itu dapat menyinggung perasaan bathin sosial umat Islam secara keseluruhan.
“Kita harus arif bijaksana dan objektif, jangan mudah men-cap pelaku murni kriminal dengan simbol agama, harus ada praduga tak bersalah. Artinya, setiap masalah atau kasus itu diproses dulu, kalau pelaku kejahatan misalnya perampok, pembunuh jangan langsung ditarik benang merahnya kepada teroris, karena teroris di Indonesia akhir-akhir ini dicap sebagai Islam,” katanya lagi.
Namun ia bersyukur, kerukunan umat beragama di Sumsel sudah baik, sehingga tidak ada perselisihan antar umat beragama yang berakibat konflik antar agama, konflik antar suku yang juga sering terjadi akhir-akhir ini di luar Provinsi Sumsel. “Saya rasakan adanya keharmonisan antara tokoh agama, mereka para tokoh agama ini ada kedekatan bathin dengan sesama, sehingga terbangunlah persaudaraan antaragama di Sumsel,” terang dia.
Hal senada diungkapkan, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sumsel, Drs H Najib Haitami MM, menurutnya, kerukunan umat beragama di Sumsel sangat baik, iklim agama juga terjaga kondusif, tidak terjadi perselisihan dan konflik antar umat beragama. Begitu juga hubungan tokoh agama dengan pemerintah terjalin harmonis, kondisi ini mempercepat kemajuan Sumsel karena investor akan berani masuk dan berinvestasi. “Kondusifnya situasi keagamaan di Sumsel juga karena para tokoh agamanya mampu membina umat masing-masing, dan rukun antar tokoh agama,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s