Gubernur Minta PTBA Tingkatkan Produksi

Posted: 11/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin telah menerbitkan surat perpanjangan izin usaha pertambangan (IUP) untuk PT. Bukit Asam (Persero) Tbk Tambang Air Laya. Gubernur meminta PTBA dapat meningkatkan produksinya, sehingga PTBA tidak kalah saing dengan perusahaan swasta.
Demikian terungkap dalam acara penyerahan IUP PTBA oleh Gubernur Sumsel, di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel, Senin (8/11). Acara dihadiri langsung Direktur PTBA, Sukrisno, unsur muspida Pemprov Sumsel dan jajaran PTBA.
Dalam kesempatannya berbicara Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyampaikan, total produksi batubara PTBA hanya sekitar 11-12 juta ton per tahun, angka ini membuat PTBA menjadi perusahaan peringkat ke tujuh yang menghasilkan produksi batu bara di Indonesia, peringkat ini di bawah perusahaan pertambangan besar milik swasta di daerah Kalimantan yang produksinya mencapai 40-50 juta ton per tahun.
Untuk itulah, setelah surat IUP PTBA wilayah penambangan Air Laya Kabupaten Muara Enim diserahkan, ia berharap PTBA dapat meningkatkan produksi batu bara PTBA, Pemprov Sumsel akan mendukung penuh PTBA meningkatkan produksi batu bara setiap tahunnya.
“Ke depan, PTBA harus bangkit meningkatkan produksi batubara per tahunnya, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan pertambangan batu bara yang dikelola pihak swasta. Kita akan kawal bersama-sama, kalaupun nantinya menemui kendala di lapangan laporkan kepada kami agar dapat dibantu,” janji Alex.
Karena kata Gubernur, Negara Jepang telah berulang kali melakukan survei cadangan batubara di Sumsel, yang pada survei pertama Sumsel memiliki kandungan batubata mencapai 22 Miliar lebih, namun pada survei kedua meningkat hingga 40 Miliar lebih. Pada implementasinya, Provinsi Sumsel hanya mampu mengambilnya beberapa Miliar saja, kalah saing dengan provinsi lain.
”Kalau kewenangan mengelola SDA diberikan penuh oleh pemerintah pusat kepada daerah, dan tentunya juga didukung peraturan perundang-undangan yang jelas, termasuk kontribusi pajak dan lainnya, saya yakin PTBA akan menjadi terdepan dan mampu bersaing secara nasional dan global,” kata Gubernur memotivasi.
Sementara itu, Direktur Utama PTBA, Sukrisno sendiri menjelaskan, IUP tambang Air laya di Muara Enim yang dikelola PTBA habis masa izinnya pada Desember 2010, namun kemarin Pemprov Sumsel melalui Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin telah memperpanjangnya lagi hingga tahun 2020.
Menurutnya, kerjasama dengan Pemprov Sumsel telah dilakukan sejak 1963 lalu, yang semula kapasitas produksinya hanya total 4-5 juta ton per tahun, namun kendala yang dihadapi pihaknya dalam melakukan produksi adalah minimnya infrastruktur.
”Program jangka pendek, kami akan meningkatkan kinerja, jangka menengahnya kami menargetkan kapasitas produksi dapat menghasilkan 50 juta ton per tahun, untuk jangka panjang menjadikan Provinsi Sumsel sebagai produsen terbesar di Indonesia dalam hal batubara, dan mewujudkan penghasil batu bara terbesar di dunia,” katanya optimis.
Terlebih kata Sukrisno, jika infrastruktur rel kereta api double track dari Tanjung Enim ke TAA dan Tanjung Enim Lampung rampung, maka pada 2014 mendatang produksi batu bara PTBA dapat mencapai 50 juta ton per tahunnya, bahkan pada 2019-2020 mendatang PTBA akan mampu memproduksi batubara 100 juta ton per tahunnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s