BP4 Diminta Tidak Mati Suri

Posted: 11/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

– Pendanaan Operasional BP4 Tidak Jelas
InformasiPagi, Sumsel

Selama ini, Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk penyelesaian masalah rumah tangga. BP4 juga terkesan belum ada gerakan sehingga membuat pendanaan untuk BP4 hingga kini minim dan belum jelas.
Hal ini terungkap dalam pertemuan antara jajaran BP4 Pusat, BP4 Provinsi dengan Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf, di ruang kerja Wagub Sumsel, kemarin, Selasa (9/11).
Kepala Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Pusat, Taufik mengatakan, BP4 merupakan badan yang dibawahi Kemendagri, Kemenag, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Mahkamah Agung, namun hingga kini anggaran operasional BP4 belum jelas, kementrian banyak saling lempar untuk mendanai operasional BP4.
Untuk itulah, pihaknya akan mengunjungi seluruh pemerintah provinsi di Indonesia, guna membicarakan tentang BP4 di daerah, meminta saran kritik untuk disampaikan ke pemerintah pusat yang membawahi BP4, dan agar pemerintah provinsi dapat menganggarkan operasional BP4 di APBD provinsi masing-masing. ”BP4 ini masih terkendala pada anggaran, karena saat anggaran diajukan ke Kemendagri, Kemendagri melemparkan ke Kementrian Agama,” ungkapnya.
Selain itu, mengenai BP4 sendiri, Wakil Ketua BP4 Pusat, Godwil Zuber menambahkan, tren perceraian di Indonesia terjadi cukup luar biasa di Pulau Jawa, bahkan di Jawa ada musim kawin dikala panen dan musim cerai disaat paceklik, sehingga banyak rumah tangga rusak dan membuat pemerintah kebingungan mengurusi perceraian. Terlebih katanya, sekarang sudah ada peraturan istri boleh menceraikan suami, sehingga kasus perceraian bertambah banyak.
Sementara itu Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf menyayangkan, meski BP4 di bawah banyak kementrian, namun penganggarannya tidak jelas. Karena, jika tanpa ada pendanaan maka BP4 akan sulit untuk bertahan, sementara Pemprov Sumsel sendiri akan sulit memasukkan dana BP4 di APBD, karena, beberapa tahun terakhir, pengawasan dan pemeriksaan untuk penganggaran diperketat.
Namun, ia akan berusaha membantu BP4 dan akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk ikut membantu BP4 di daerah-daerah khususnya untuk operasional. ”Pemprov Sumsel hanya dapat memberikan bantuan dana melalui alokasi anggaran untuk bantuan kegiatan keagamaan seperti bantuan ormas dan lainnya,” katanya.
Mengenai BP4 sendiri, Wagub meminta BP4 tidak mati suri, dalam arti harus tetap aktif memberikan nasehat, membina dan melestarikan perkawinan rumah tangga-rumah tangga di wilayah masing-masing mulai dari tingkat provinsi hingga ke kecamatan, sehingga dapat menekan angka perceraian. Karena, bisa saja alasan tidak dianggarkannya dana untuk BP4, karena BP4 sendiri tidak terkesan ada gerakan di masyarakat.
”Selama ini budaya di dalam rumah tangga masyarakat kita, jika terjadi perselisihan suami istri meminta nasehat ke orang tua masing-masing, sehingga terkadang orang tua berpihak pada anaknya sendiri dan akhirnya terjadi perceraian, seharusnya BP4 ini dapat dimanfaatkan untuk menangani masalah seperti ini,” saran dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s