2011, Program Sekolah Gratis Akan Lebih Baik

Posted: 11/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Sejak diluncurkan pada 2009 lalu, Pemprov Sumsel telah memberikan pendidikan gratis kepada sekitar 1,86 juta penduduk Sumsel melalui program sekolah gratis pertama di Indonesia. Pada 2011 mendatang, akan ada banyak perubahan dalam pelaksanaan sekolah gratis ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, berkomitmen program ini akan lebih baik ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Ade Karyana melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs Widodo MEd mengatakan, pihaknya tengah melakukan evaluasi pada program sekolah gratis yang hasilnya akan diketahui pada awal atau akhir Desember mendatang.
Namun, sejauh ini pihaknya tidak membantah jika masih ada kendala-kendala dalam pelaksanaan program berobat gratis di lapangan, salah satunya masih ada sekolah yang bukan RSBI (rintisan sekolah bertaraf internasional) yang menarik biaya sekolah. “Tapi itu baru laporan yang sampai ke kita, makanya kita sedang lakukan penelitian untuk dilakukan evaluasi,” jelas dia.
Widodo menambahkan, Disdik Provinsi Sumsel akan terus melakukan perbaikan dan peningkatan agar program ini dapat berlanjut dan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan beberapa perbaikan pada 2011 mendatang.
“Pertama, akan ada rasionalisasi dalam penetapan pembiayaan Sekolah Gratis, selama ini alokasi anggaran untuk setiap sekolah disamakan, namun ke depan antara sekolah yang banyak kegiatan di luar kegiatan belajar mengajar, dengan sekolah-sekolah yang melulu belajar mengajar dan tidak banyak kegiatan ekstra kuramuikulernya, maka alokasi anggarannya akan berbeda biar adil,” kata dia.
Karena, jika ada dua sekolah yang jumlah muridnya sama, tapi ada sekolah yang aktif dengan banyak kegiatannya dan didukung oleh laboratorium, peralatan dan lainnya maka sekolah yang aktif mendapat biaya lebih, berbeda dengan sekolah yang biasa. “Agar sekolah yang aktif ini dapat menjalankan aktifitasnya, maka akan didukung dana yang memadai, sementara yang kurang aktif akan ada pengurangan biaya,” ungkapnya.
Lalu, jika selama ini belum ada perbedaan antara SMK tekonologi dan SMK bisnis dan alokasi dananya disamakan, maka ke depan akan dibedakan, SMK teknologi yang memiliki banyak praktek akan didukung pembiayaan lebih. “Agar ke depan belajar mengajar dapat berjalan sesuai porsi masing-masing,” tambahnya.
Kemudian sambung Widodo, karena SMA, SMK dan Madrasah Aliyah (MA) tidak didukung bos dan APBN, maka Pemprov Sumsel akan menaikkan anggaran besaran Rp10 ribu/bulan/siswa, lebih besar dibanding anggaran sebelumnya. Anggaran untuk anak SMA sebelumnya Rp80 ribu/bulan/siswa maka pada 2011 akan dinaikkan menjadi Rp90 ribu/bulan/siswa, begitu juga dengan SMK, yang semula Rp90 ribu/bulan/siswa ke depan menjadi Rp100 ribu/bulan/siswa, namun untuk SD dan SMP tetap menggunakan anggaran lama, tidak ada kenaikan karena sudah terbantu oleh dana BOS.
“Tapi pemanfaatannya nanti akan dihitung berdasarkan dua hal yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu banyak tidaknya kegiatan sekolah tersebut dan sekolahnya SMK Teknologi atau SMK Bisnis,” jelas dia.
Lebih lanjut kata Widodo, kegiatan program sekolah gratis ini ke depan, juga diharapkan mampu dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas guru atau dengan kata lain program sekolah gratis ini tidak menghalangi agenda dan upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembenahan kapasitas guru.
“Caranya, Pemprov Sumsel akan bekerjasama dengan Kemendiknas, FKIP Unsri, LPMP Sumsel, dan Balai Tekkom Sumsel, untuk merancang model atau capacity building bagi guru, kepala sekolah dan pengawas dengan pembiayaan terutama dari APBD Provinsi Sumsel, APBN dan sekolah yang dapat disisihkan dari dana program sekolah gratis oleh sekolah,” ujarnya.
Widodo juga menerangkan, alokasi anggaran sekolah gratis meningkat setiap tahunnya, yang pada 2009 sekitar Rp544 Miliar, pada 2010 meningkat menjadi Rp573 Miliar dan akan meningkat lagi pada 2011 mendatang. “Yang jelas, pemanfaatannya nanti akan lebih akuntabel, karena kita analisis berdasarkan varian yang ada pada setiap sekolah,” tutupnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s