Sumsel Minim Pustakawan

Posted: 08/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Badan Perpustakaan Daerah (Banpusda) Provinsi Sumsel mencatat, hingga kini jumlah pustakawan di Sumsel baru sekitar 150 orang, idealnya Provinsi Sumsel memiliki 250-300 pustakawan. Kekurangan pustakawan mengakibatkan pengembangan perpustakaan menjadi lamban.
Hal ini diungkapkan Kepala Banpusda Provinsi Sumsel, Asnawi HD disela acara sosialisasi dan implementasi jabatan fungsional pustakawan yang diadakan di Hotel Bumi Asih, Sabtu (6/11). Ia mengaku, tenaga pustakawan di Sumsel memang sangat minim, hanya sekitar 150 orang pustakawan yang bersertifikat di Sumsel. “Jumlah ini masih sangat sedikit sekali, khususnya di lingkungan badan perpustakaan di kabupaten/kota,” katanya.
Padahal menurutnya, tenaga pustakawan ini sangat diperlukan dalam pengembangan perpustakaan, khususnya dalam mengembangkan minat baca di kalangan masyarakat, oleh karena itu pihaknya menyosialisasikan jabatan fungsional pustakawan, agar minat menjadi pustakawan ini cukup besar natinya. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel, agar dapat mengusulkan formasi penerimaan pustakawan ke depannya.
“Tapi, syarat menjadi seorang pustakawan harus melalui pendidikan pustakawan, untuk itulah, pada 2011 mendatang, kita sudah mengajukan kepada badan perpustakaan nasional agar pendidikan pustakawan lebih banyak dilakukan di Sumsel, mudah-mudahan ini terwujud sehingga dalam 2011 nanti kita dapat mencetak sekitar 90 pustakawan baru,” harapnya.
Ia menjelaskan, jika kekurangan pustakawan maka pengembangan perpustakaan akan terhambat, karena sejatinya pengelola perpustakaan itu pustakawan. “Memang jumlah pustakawan yang ada di Sumsel belum maksimal, tapi kita mencoba memberikan pelayanan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, masih di Hotel Bumi Asih, salah satu pustakawan Banpusda Provinsi Sumsel, Rosagitaria mengatakan, jumlah pustakawan di Sumsel memang tergolong masih minim bahkan langka, idealnya Sumsel memiliki 250-300 pustakawan, yang kini baru separuhnya dimiliki Sumsel.
“Di Sumsel, universitas yang memberikan pendidikan pustakawan baru ada di IAIN Raden Fatah Palembang, Universitas Terbuka yang memberikan pendidikan tentang pustakawan. Kami berharap, ke depan akan lahir pustakawan-pustakawan baru, sehingga pengembangan perpustakaan akan cepat diiringi meningkatnya minat baca masyarakat,” harap pustakawan terbaik nasional asal Sumsel ini.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s