Waspadai Hewan Kurban Berpenyakit

Posted: 06/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Sumsel mulai melakukan pengawasan, terhadap hewan-hewan baik kambing atau sapi yang akan masuk Sumsel menjelang Hari Raya Idul Adha 1431 H mendatang. Karena dikhawatirkan hewan kurban yang masuk berpenyakit salah satunya sakit antraks.
”Kita telah mengirimkan surat ke dinas terkait di kabupaten/kota di Sumsel, untuk segera membentuk tim pengawasan pemotongan hewan kurban, untuk mengantisipasi masuk dan menyebarnya hewan kurban yang berpenyakit antraks di Sumsel. Karena, kasus antraks ini pernah ditemukan di Lampung, Jambi dan Jabar, kita harap jangan sampai masuk Sumsel,” kata Kepala Disnak Provinsi Sumsel, Ir Asrillazi Rasyid melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Sumsel, I Wayan Telabah, diwawancara di kantornya, Jumat (5/11).
Menurutnya, dengan mulai adanya pengawasan tersebut bukan berarti di Sumsel telah ditemukan hewan yang berpenyakit antraks, hingga kemarin Sumsel masih dikategorikan aman dari penyakit antraks.
”Tim pengawas ini bertugas melakukan pengawasan ke jalur masuk hewan ke Sumsel, lalu ke sentra penjualan hewan kurban sapi dan kambing di kabupaten/kota di Sumsel, untuk memeriksa fisik hewan ternak sapi dan kambing tersebut. Selain itu akan diperiksa juga apakah memiliki surat rekomendasi kesehatan dari Disnak asal hewan tersebut, jika tidak memiliki surat maka tidak boleh masuk apalagi dijual,” jelas dia.
Namun, tugas pengawasan ini tidak hanya tugas pemerintah atau Disnak saja, masyarakat juga memiliki peran penting dalam hal pengawasan, dan juga memberikan informasi jika ditemukan hewan yang berpenyakit antraks. Dengan begitu, Disnak setempat dapat segera mengambil tindakan pencegahan menyebarnya virus ke hewan ternak lainnya. ”Penyakit Antraks ini disebabkan oleh bakteri Bacillus antrachis yang kategorinya sangat mematikan, jika telinga, hidung atau mulut hewan tersebut keluar darah kental artinya hewan tersebut sudah terserang antraks,” ungkapnya.
Bahkan sambung Wayan, penyakit antraks ini dapat menulari manusia melalui daging atau kulit binatang yang terkena antraks, yang jika dikonsumsi manusia maka akan mengalami gejala demam tinggi, sesak, sakit kepala dan umumnya merasa resah. ”Penularan juga bisa menyerang kulit manusia, pernafasan, pencernaan hingga radang otak, bahkan jika dagingnya dikonsumsi manusia dapat mengakibatkan kematian,” ingatnya.
Saat ditanya mengenai persediaan hewan kurban untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha 1431 H tahun ini, Wayan menjelaskan, sejauh ini persediaan masih aman, dan stok banyak tersebar di beberapa daerah di Sumsel seperti di OKUT stoknya berjumlah 1.150 sapi, 4.500 kambing dan 1.750 domba, menyusul daerah lain seperti Palembang, Banyuasin. Muba dan Mura.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s