Amphibi BPBD Sumsel Siap Hadapi Bencana

Posted: 04/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat telah memberikan bantuan dua kendaraan mobil amphibi kepada PMI Provinsi Sumsel dan diserahkan ke Pemprov Sumsel, dengan dua amphibi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel semakin siap menangani bencana diberbagai medan baik rawa atau pegunungan.
“Mobil itu sudah diserahkan ke PMI Sumsel melalui Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, dan ini sudah menjadi invetaris pemda, perawatannya juga menggunakan dana dari Pemda karena amphibi ini sudah dihibahkan ke kita yang ditempatkan di lapangan atau garasi BPBD Sumsel,” jelas Kepala BPBD Provinsi Sumsel, Yulizar Dinoto SH diwawancara usai menghadiri rapat paripurna, di Gedung DPRD Sumsel, Rabu (3/11).
Disinggung mengenai perawatan mobil amphibi ketika tidak digunakan untuk bencana, yang dikhawatirkan akan berkarat dan tak terawat, ia menjelaskan, meski tidak digunakan pihaknya tetap melakukan pemeliharaan/perawatan kendaraan tersebut sehingga amphibi selalu stand by dengan kondisi yang baik.
“Setiap hari mobil amphibi itu akan dirawat sopirnya, baik masalah olinya atau lainnya, bahkan kita sudah siapkan terknisi khusus yang sudah ahli, jadi tidak ada masalah,” katanya yang akrab disapa Noto.
Noto juga menjelaskan, keunggulan kendaraan amphibi yang dimiliki BPBD tersebut, pertama mampu menghadapi medan rawa dan medan pegunungan dan perbukitan, yang tidak dapat dimasuki dan dijangkau kendaraan mobil biasanya. “Misalnya di lokasi banjir, daerah pegunungan, perbukitan, kalau di Palembang seperti kawasan Gandus yang susah dijangkau jika terjadi banjir, juga seperti di daerah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Pagaralam dan lainnya,” jelas dia.
Namun, kecepatan mobil amphibi ini tidak secepat mobil biasanya, amphibi ini batas kecepatannya 60 kilometer per jam sehingga masih harus diangkut dengan mobil lain ke lokasi bencana yang jauh. Untuk kapasitas angkut, amphibi hanya mampu menampung empat orang dengan total berat kapasitas angkut mencapai 5-6 ton. “Kendaraan amphibi untuk bencana ini, ukurannya ukuran kecil dari amphibi yang biasa, jadi lebih fleksibel,” katanya lagi.
Terakhir, Noto mengimbau agar kabupaten/kota khususnya daerah rawan bencana, untuk tetap waspada terhadap cuaca yang sering berubah-ubah, seperti hujan bercurah tinggi, angin puting beliung, longsor dan lainnya. Selain itu, penangangan bencana tidak hanya peran pemerintah tapi masyarakat, pihak swasta dan aparat terkait juga diminta bersatu menanggulangi bencana.
“Kita harus tetap waspada, siaga dengan kondisi sekarang, kita harap perlengkapan bencana termasuk mobil amphibi tidak digunakan, yang artinya mudah-mudahan tidak ada bencana di Sumsel. Tapi kita harus tetap stand by-kan alat dan SDM,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s