Sumsel Siap Kerjasamakan Potensi CBM

Posted: 03/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , ,

– Dua Investor Minati Potensi CBM Sumsel

InformasiPagi, Sumsel

Provinsi Sumsel memiliki potensi sumberdaya alam (SDA) yang melimpah, salah satunya gas metana batubara atau CBM (Coal Bed Methane) yang terkandung dibeberapa daerah. Sudah ada dua calon investor konsorsium yang berminat menanamkan investasinya.
Hal ini terungkap dalam rapat dan konsultasi daerah penawaran wilayah kerja Gas Metana Batubara, oleh Tim Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) RI, di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel, kemarin, Selasa (2/11). Rapat dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Sumsel, H Mukti Sulaiman, dihadiri unsur Distamben Sumsel, Pemerintah Daerah, calon investor dan lainnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Sumsel, H Mukti Sulaiman mengatakan, Sumsel memiliki kandungan CBM terbesar di Indonesia yaitu mencapai 183 tcf (triliun cubic feet) dari potensi se Indonesia yang mencapai 450 tcf. Namun untuk mengeluarkan CBM untuk dikerjasamakan dengan investor, terlebih dulu harus mendapatkan izin dari pemerintah pusat dalam hal ini kementrian energi sumberdaya mineral (ESDM) RI. Pemprov Sumsel telah menawarkan potensi CBM dengan dua calon investor yang berminat, investor tersebut akan melakukan survei ke lapangan.
“CBM ini energi alternatif di Sumsel ini jumlahnya sangat besar, ini sangat menjanjikan untuk Sumsel, untuk itulah mari kita dukung dan jaga iklim investasi agar kondusif, sehingga investor tersebut dapat menanamkan modal dengan cepat di Sumsel,” pinta Mukti.
Sementara itu, masih di Kantor Gubernur, Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel, Harie Madhona, menjelaskan, dua calon investor yang berminat menanamkan investasi CBM tersebut adalah Sugico Graha dan Arrow, yang merupakan perusahaan konsorsium. “Hari ini (kemarin-red) merupakan kelanjutan dari penandatanganan kontrak kerjasama di tahun 2008 lalu, antara pemerintah pusat yaitu kementrian ESDM dengan Medco agar CBM di Sumsel bisa diaplikasikan,” katanya.
Ia menjelaskan, daerah potensi CBM yang ditawarkan Sumsel terbagi dua blok yaitu blok pertama Muara Enim, Lahat, Musi Rawas dan blok kedua Muara Enim dan Lahat. “Sistem kerjanya nanti memakai pipanisasi dari kandungan yang ada dengan Medco,” jelas dia.
Harie mengatakan, jika kerjasama ini terwujud maka Sumsel merupakan provinsi pertama di Indonesia yang melaksanakan projek CBM. “Dari pembicaraan rapat tadi , mudah-mudahan di akhir Bulan November ini sudah ada tindak lanjutnya, sehingga di 2011 sudah mulai rencana aksi. Mereka akan langsung tahap rencana kerja tanpa MoU lagi, dan mereka sudah berkewajiban menyetorkan jaminan pelaksanaan,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s