Dinsos Imbau Pelajar Tak Pungut Sumbangan Bencana

Posted: 03/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumsel mendapati beberapa pelajar turun ke jalan memungut sumbangan untuk solidaritas bencana di Indonesia. Dinsos mengimbau, pelajar agar tidak turun ke jalan menimbang masalah keselamatan dan jam belajar.
Hal ini ditegaskan Kepala Dinsos Sumsel, Hj Ratnawati melalui Kabid Banjamsos Dinsos Sumsel, H Sumarwan diwawancara di Kantornya Selasa (2/11). Ia mengatakan, pihaknya memperbolehkan adanya pengumpulan dana solidaritas bencana, namun harus memenuhi persyaratan, seperti izin dari kepala daerah setempat yaitu Bupati/Walikota dan juga Dinsos.
”Dengan adanya izin, maka peruntukan uang sumbangan yang diamanahkan akan tepat sasaran, dan jika tidak memiliki izin dikhawatirkan dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk keperluan pribadi,” katanya.
Namun, pihaknya sangat kecewa setelah mendapati ada beberapa pelajar di Palembang yang turun ke jalan untuk mengumpulkan dana bantuan bencana. ”Beberapa hari ini kami temukan anak-anak pelajar yang mengumpulkan dana di jalanan, dan kami sayangkan itu terjadi,” ujar Marwan.
Pelarangan tersebut bukan tidak beralasan, pasalnya dengan turun ke jalan para pelajar tersebut tentu mengorbankan waktu belajar mereka, tidak hanya itu keselamatan mereka di jalan juga tidak terjamin. Untuk itulah Dinsos Sumsel mengimbau agar para pelajar ke depan tidak lagi melakukan pengumpulan dana di jalan, karena pengumpulan dana untuk bencana sudah ditangani lembaga-lembaga resmi seperti bank, media massa, perkumpulan masyarakat dan lainnya.
”Ini harus menjadi perhatian kita semua, kita juga mengimbau agar sekolah-sekolah tidak mengizinkan anak-anak didik mereka turun ke jalan, demi keselamatan dan agar tidak mengganggu jam belajar mereka,” pintanya.
Selain itu, ia mengimbau kepada para mahasiswa dan pengumpul dana sumbangan bencana, agar menyalurkan keseluruhan dana yang terkumpul kepada korban bencana yang sangat membutuhkan bantuan. ”Bantuan yang diamanahkan oleh masyarakat tersebut harus 100 persen disalurkan, dan tidak boleh dipotong untuk biaya operasional, kalaupun memang terpaksa toleransi pemotongan maksimal lima persen, meski itu tidak tercantum dalam aturan yang baku,” jelas dia.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s