Jusuf Kalla Minta Sumsel Satu Komando Tangani Bencana

Posted: 02/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Penanganan bencana di Indonesia terkadang tidak maksimal, akibat kurangnya koordinasi antara instansi terkait, dan juga koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, sehingga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, H Jusuf Kalla (JK) meminta Provinsi Sumsel mengutamakan koordinasi dalam menangani bencana.
Hal ini terungkap dalam apel kunjungan Ketua PMI Pusat, JK, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel di Jalan Bandara Internasional SMB II Palembang, kemarin, Senin (1/11). Acara dihadiri langsung Ketua PMI Pusat, H Jusuf Kalla, Ketua PMI Sumsel, Hj Eliza Alex, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, KEpala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto SH, jajaran PMI, Dinas/Instansi, Sekretaris Daerah (sekda) Provinsi Sumsel, H Yusri Effendi Ibrahim SH MM dan lainnya. Sebelum melakukan acara resmi bantuan dua kendaraan amphibi dari PMI Pusat ke Gubernur Sumsel, dan penyerahan bantuan 1.000 cangkul secara simbolis kepada Ketua PMI Sumsel, Hj Eliza Alex, Ketua PMI Pusat JK memantau kondisi kesiapan perlengkapan BPBD Sumsel.
Dalam laporannya, Kepala BPBD Provinsi Sumsel, Yulizar Dinoto SH mengatakan, BPBD Sumsel yang didirikan pada 8 Januari 2010 atau sekitar sembilan bulan lalu, berada di kawasan dengan luas lahan 3,5 hektar, yang merupakan komplek terpadu seperti kantor penanggulangan krisis Sumbagsel, Balai Pengobatan, Kantor Unit PMI, dengan berbagai SDM mulai dari bidan, analis kesehatan, tenaga kesehjahteran dan lainnya. ”Para personil, mitra lembaga terkait untuk penanggulangan bencana ini seperti Dinkes, Dinsos, Kehutanan, PMI, SAR , Rapi, Orari, perawat dan tenaga relawan lainnya ini berada di bawah satu atap yaitu BPBD Sumsel,” jelas dia.
Sementara itu, dalam arahannya, Ketua PMI Pusat, H Jusuf Kalla menyampaikan, datangnya musibah tidak dapat diduga seperti sekarang Indonesia tengah dilanda banyak musibah, antara lain musibah di Mentawai, musibah Gunung Merapi, banjir Jakarta dan lainnya. “Kita doakan agar tidak lagi terjadi bencana, sehingga kita harus siap siaga baik dari perlengkapan, logistik dan juga latihan,” pinta JK.
Ia mengatakan, ada tiga prinsip dalam mengatasi bencanam pertama kecepatan, kedua tanggap/respon dan terakhir adalah koordinasi. Di Sumsel ia bersyukur karena BPBD Sumsel berada di dekat Bandara SMB II Palembang, sehingga memenuhi kriteria kecepatan dalam menangani bencana. “Tapi, respon juga harus cepat dan pelaksanaannya harus tepat, misalnya kalau gempa apa respon yang harus dilakukan, kalau banjir apa ? kebakaran apa ? dan dapat memperbaiki serta melaksanakannya dengan cepat juga,” katanya.
Namun, yang perlu diperhatikan Provinsi Sumsel dalam menangani bencana adalah poin ketiga yaitu koordinasi, karena berkaca dengan kejadian musibah Mentawai karena koordinasi yang tidak berjalan baik. Pasalnya pemerintah pusat baru mengetahui adanya bencana setelah 12 jam terjadi bencana. “BPBD ini dibentuk agar koordisani berjalan dan tidak berjalan sendiri-sendiri, dan tidak banyak komando melainkan satu komando, itulah prinsip-prinsip pokok dalam mengatasi bencana baik bencana di daerah atau nasional,” katanya.
Dalam penanganan bencana juga jangan melalui proses administrasi, karena bencana merupakan masalah kemanusiaan, jika terjadi bencana disuatu daerah maka daerah terdekat harus tanggap bencana dan membantu tanpa harus melalui birokrasi dan administrasi.
Pada kesempatannya kemarin, JK juga memuji Sumsel yang merupakan provinsi yang memiliki tempat penanganan bencana paling koordinatif. Meski demikian, bukan berarti berharap terjadi bencana, namun memiliki kesiapan dan tanggung jawab dalam hal kemanusiaan yaitu penanganan bencana. “Saya serahkan kendaraan amphibi pada hari ini (kemarin-red) karena di sini banyak daerah rawa, dan mobil ini bisa melintasi rawa dan juga gunung, saya harap ini tidak dipake artinya tidak terjadi bencana,” kata dia.
Atas kesiapsiagaan Sumsel terhadap bencana, JK juga berterimakasih, sehingga ia berharap BPBD Sumsel dapat menjalankan tugas kemanusiaan dengan sebaik-baiknya. Ia juga terus berpesan agar para personel BPBD menjaga kesehatan, sehingga siap siaga saat dibutuhkan menangani bencana. BPBD juga dimintanya terus melatih personel agar memiliki keahlian menangani bencana, bukan hanya keberanian menjadi relawan. “Karena banyak relawan di Mentawai itu tugasnya tidak banyak, karena keahlian yang kurang, hanya mutar-mutar saja,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s