Baru Beberapa Daerah Miliki BPBD

Posted: 30/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

– Kabupaten/kota Perlu Dibentuk BPBD

InformasiPagi, Sumsel

Agar penanggulangan bencana dapat lebih maksimal dan terfokus, masing-masing daerah di Provinsi Sumsel khususnya daerah rawan bencana, perlu dibentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hingga kini baru ada beberapa daerah saja yang memiliki BPBD.
Kepala BPBD Provinsi Sumsel, Yulizar Dinoto SH menjelaskan, beberapa daerah yang telah memiliki BPBD tersebut seperti Muara Enim, OKI, OKUT, Lahat, Lintang Empat Lawang, Pagaralam, OKUS dan Musi Banyuasin, sementara daerah yang belum memiliki BPBD seperti Ogan Ilir, Palembang, Banyuasin, Musi Rawas, OKU, Lubuk Linggau dan Prabumulih.
“Selama ini lembaga penanggulangan bencana sebenarnya sudah ada dan terpadu seperti Tagana, Dinas Sosial dan lainnya, bukan dalam bentuk formal dalam satu lembaga. Tapi ke depan, setiap daerah kita harapkan sudah memiliki BPBD masing-masing,” jelasnya Yulizar diwawancara di Kantor Gubernur, Jumat (29/10).
Dengan dibentuknya BPBD di daerah nantinya, semua lembaga terkait seperti Tagana, Dinas Sosial, PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, ORARI dan instansi terkait lainnya akan diwadahi dalam satu atap yaitu BPBD, sehingga jika terjadi bencana jalur koordinasi akan lebih cepat.
Menurutnya, Provinsi Sumsel sangat rawan terjadinya bencana banjir, longsor, angin puting beliung, khususnya pada pertengahan tahun, untuk itu pihaknya mulai melakukan kesiapsiagaan sebelum terjadinya bencana dengan mempersiapkan SDM, peralatan dan lainnya. “Kesiapsiagaan ini tidak lain agar dapat meminimalisir dan mengurangi resiko terjadinya bencana, sehingga kita mulai kumpulkan BPBD dari kabupaten/kota untuk menyiapkan segala sesuatunya sebelum terjadi bencana, mulai dari SDM, logistik, perlengkapan seperti perahu dan lainnya,” katanya yang akrab disapa Noto.
Ia mengatakan, kabupaten/kota yang rawan bencana di Sumsel khususnya pada musim hujan seperti sekarang antara lain Ogan Ilir, OKI, Mura serta Palembang yang rawan banjir, dan Lahat, Pagaralam yang rawan longsor dan lainnya. Untuk itu, pihaknya terus menyosialisasikan ke masyarakat agar mulai waspada, seperti di daerah rawan banjir.
Sementara itu, Kabid Penanganan Darurat, BPBD Sumsel, Adjad menambahkan, meski BPBD Provinsi Sumsel baru terbentuk di Sumsel, pihaknya sudah memiliki program aksi untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam, mulai dari pencegahan sampai penanganan bencana. Dalam penanganan bencana ini kata dia, harus ditangani secara holistik dan tidak bisa parsial, artinya perlu strategi keterlibatan banyak pihak yang kompeten.
Sedangkan Kepala Dinsos Provinsi Sumsel, Hj Ratnawati melalui Kabid Banjamsos Dinsos Provinsi Sumsel, Drs H MS Sumarwan MM menjelaskan, Sumsel memang dikenal sebagai provinsi yang rawan dengan bencana, seperti bencana banjir, puting beliung, longsor, bahkan di pemukiman padat di Palembang dan di daerah Sumsel lainnya juga rawan bencana kebakaran.
Namun pihaknya telah bersiap-siap untuk siaga bencana tahunan, karena biasanya bencana di Sumsel memang mulai datang pada pertengahan tahun hingga akhir tahun, yaitu rawan bencana banjir dan longsor akibat curah hujan yang tinggi. “Tapi pada 2010 ini kejadian bencana di Sumsel mengalami penurunan dan bencananya pun masih dalam skala kecil tidak separah tahun-tahun sebelumnya,” jelas dia.agustian pratama

Advertisements
Comments
  1. noezoear oelpa says:

    Mari kita dukung program BPBD Sumsel utk menjadikan sumsel aman dan terkendali dari bencana secara maximal dlm rangka menyukseskan SEA GAMES novembber 2011 nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s