Pemprov Sumsel Meminta Maaf Kepada Walhi

Posted: 28/10/2010 in Uncategorized
Tags: , ,

InformasiPagi, Sumsel

Somasi yang dilayangkan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel, yang meminta Pemprov Susel meminta maaf terkait insiden yang terjadi di komplek Gedung Olah Raga (GOR) Jalan POM IX beberapa waktu lalu, ditanggapi Pemprov Sumsel.
Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, somasi dari Walhi Sumsel sudah dibacanya bahkan sudah ditanggapi oleh Sekretaris Daerah (sekda) Provinsi Sumsel, H Yusri Effendi Ibrahim SH MM. Pemprov Sumsel sangat menghargai Walhi Sumsel yang sudah sejak lama ikut menjaga kelestarian lingkungan, kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu bukan hal yang disengaja dan hanya spontanitas.
“Kejadian kemarin memang sangat disesalkan dan tidak dikehendaki semua pihak, kejadian seperti itu spontanitas, oleh karena itu kalau ada kesalahan dari Pemprov Sumsel saya minta maaf dan saya juga memaafkan kalau ada kesalahan yang dilakukan pihak lain. Kami membuka diri semua pihak untuk sama–sama bermitra secara positif, membangun daerah ini,” katanya usai menghadiri acara HUT salah satu harian umum cetak, di Hotel Aryaduta, Rabu (27/10).
Disinggung apakah akan ada rencana diskusi antara Pemprov Sumsel dan Walhi Sumsel, Gubernur mengatakan, kemungkinan itu sangat terbuka dan dapat dilakukan kapan saja, salah satunya diskusi masalah lingkungan yang terjadi sekarang.
“Misalnya sekarang di tengah bencana tsunami dan merapi di luar Sumsel, Alhamdulillah kita di sini hanya bencana puting beliung dan lainnya, tapi gejala alam ini jangan disalahkan semata, dengan adanya bencana ini mungkin tidak, akan ada kerusakan lingkungannya, mari kita diskusikan, diskusi yang mencarikan solusi dan ada manfaatnya untuk ditindak lanjuti. Silahkan kita cari waktu yang tepat, suasana yang enak, kita berdiskusi bertukar informasi,” kata Gubernur.
Sementara itu, Pengamat Sosial dari Unsri, Alfitri mengatakan, insiden yang terjadi antara Pemprov Sumsel dengan Walhi Sumsel beberapa waktu lalu hanya insiden mis-komunikasi, namun ia menyambut baik Pemprov Sumsel telah membuka tangan mencari jalan terbaik dengan menyampaikan maaf.
“Hal semacam inilah yang harus dikedepankan, sebuah nilai kompromi yang disepakati bersama, tidak ada yang menang atau kalah yang dimenangkan itu rakyat Sumsel, kalau konflik ini diteruskan juga gak ada gunanya, lebih baik keterbukaan ini disambut solusi terbaik untuk ke depan yang intinya untuk membangun daerah,” katanya.
Dengan mengedepankan nilai kompromi juga sambung dia, maka akan berpihak kepada Sumsel sendiri yang memiliki hajatan-hajatan besar ke depan, seperti Jambore Nasional dan juga SEA Games XXVI. “Saya kira permohonan maaf itu jiwa besar pemerintah, kedua belah pihak memang harus duduk bersama, tapi bukan berarti dengan tidak adanya gesekan lagi, kontrol sosial menjadi tumpul, Walhi dapat menjadi mitra stratetis yang kondusif mengawal pemrintah dengan memberi masukan, sehingga terjadi masukan simbiosis mutulasisme,” ujarnya.
Sedangkan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, KH Sodikun mengatakan, dalam menyikapi segala permasalahan haruslah dengan saling menghargai, saling mengerti dengan begitu maka akan terbangun penguatan sinergisitas.
“Kalau memang ada perbedaan tapi tidak dapat diselesaikan dengan kedewasaan maka dan kearifan maka akan bermasalah, setiap permasalahan di daerah juga seharusnya cukup diselesaikan di internal daerah jangan sampai ke pusat,” pinta Sodikun.
Sodikun berpendapat, baik Walhi Sumsel atau Pemprov Sumsel harus sama-sama berjiwa besar, saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan tidak mengedepankan emosional dalam menyelesaikan suatu masalah. Meski Pemprov Sumsel telah meminta maaf, Walhi juga dimintanya harus menghormati pemerintah, karena mau tidak mau Pemprov Sumsel adalah yang mengurusi seluruh rakyat Sumsel. “Pemprov Sumsel sudah sangat bagus menata daerah ini, salah satunya GOR, dari yang semula kumuh akan dibagusi, kalau demi kemashlahatan umat, kenapa tidak kita dukung,” ujarnya.
Seperti diketahui, insiden antara Pemprov Sumsel dan Walhi Sumsel bermula saat Walhi Sumsel bersama petani dari lima kabupaten di Sumsel memperingati Hari Agraria dengan melakukan aksi di halaman GOR Kampus jalan POM IX, disela aksi sempat terjadi mis-komunikasi antara massa aksi dengan beberapa pengawal Gubernur Sumsel, sehingga terjadi adu fisik dengan salah satu anggota Walhi.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s