Penyerapan Pupuk Bersubsidi Baru 64 Persen

Posted: 27/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Hingga Oktober 2010, penyerapan pupuk urea bersubsidi sudah mencapai 64 persen dari jumlah kebutuhan pupuk Provinsi Sumsel yang mencapai 208 ton per tahun. Ditargetkan sampai akhir tahun pupuk bersubsidi terserap 100 persen.
General Manager Pemasaran PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang HM Romli mengatakan, kebutuhan pupuk bersubsidi di Sumsel per tahunnya mencapai 208 ribu ton, hingga Oktober tahun 2010 ini penyerapan pupuk bersubsidi tersebut baru sekitar 64 persen atau sebanyak 135 ribu ton, masih sekitar 36 persen atau sebesar 73 ribu ton pupuk bersubsidi lagi belum terserap. Pihaknya berharap sisa pupuk bersubsidi sebesar 36 persen tersebut dapat terserap di puncak musim tanam pada November dan Desember mendatang.
“Kita harap sampai akhir tahun nanti pupuk bersubsidi ini terserap 100 persen, kalau misalnya terserap semua, Alhamdulillah, kalau kurang juga kita pupuknya masih ada kita sudah komit untuk menyediakan pupuk. Kalau pun ada lebih, pupuknya yang tersedia, siap direlokasi dari Dinas Pertanian, yang jelas dari sisi fisik barang kita ada,” kata Romli, diwawancara usai melakukan rapat pembahasan pupuk bersubsidi dengan Pemprov Sumsel, di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel, kemarin, Selasa (27/10).
Menurutnya, penyerapan pupuk bersubsidi yang baru sebesar 64 persen sudah tergolong bagus dan tidak lamban, juga bukan karena faktor cuaca yang terjadi di Sumsel. Penyalurannya pun tetap terawasi secara terus menerus, salah satunya oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestsida (KP3).
“Kita sebagai operator di lapangan berterimakasih kepada Pemprov Sumsel dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, dan Holtikultura (TPH) Provinsi Sumsel, karena di Sumsel ini KP3-nya aktif sekali, sehingga semuanya berjalan lancar dan distribusi pupuk bersubsidi dapat sampai dengan petani di lapangan, kita berharap penyerapannya di 2010 ini nanti akan sampai 100 persen,” ujarnya.
Mengenai kenaikan harga terjadi pada April lalu, Romli mengatakan, kenaikan tersebut sudah dihitung secara cermat dan melibatkan instansi terkait, namun pihaknya menilai kenaikan masih dalam tahap wajar dan tidak menjadi masalah. “Karena pada dasarnya petani itu yang penting pupuknya tersedia, masalah harga ini sudah dihitung semua, termasuk dengan keekonomian pertanian, harga itu masih bagus tidak masalah, dan penyerapan pupuk juga tidak ada gangguan,” terang dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian TPH Sumsel, Hj Nelly Rasdiana menjelaskan, pihaknya telah melakukan rapat dengan PT Pusri dan KP3, membahas antisipasi permasalahan yang akan terjadi pada persediaan dan distribusi pupuk di Sumsel. “Kita membahas bagaimana mengantisipasi kalau terjadi kelangkaan pupuk dan permasalahan lainnya, dan Alhamdulillah semua berjalan lancar,” katanya singkat.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s