40 Persen Beras Sumsel Diekspor

Posted: 26/10/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Sekitar 40 persen beras Sumsel yang diproduksi setiap tahunnya dijual ke provinsi di luar Sumsel, namun untuk menyelamatkan stok beras di Sumsel, pemerintah memasukkan beras dari luar Sumsel sekitar 20 persen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel, H Eppy Mirza mengatakan, secara de facto Provinsi Sumsel surplus beras, hanya saja karena Sumsel adalah provinsi penyuplai kebutuhan beras ke Provinsi lain, maka dari jumlah beras yang diproduksi di Sumsel sekitar 40 persennya dikirim ke luar Sumsel setiap tahunnya.
“Kita ini NKRI, jadi provinsi penghasil beras akan menyuplai beras ke provinsi yang membutuhkan, kita memang surplus tapi 40 persennya dijual ke luar seperti ke Bangka Belitung, Pekanbaru, Jambi dan lainnya,” kata Eppy diwawancara di Gedung Gelora Sriwijaya Jakabaring, Senin (25/10) saat akan menghadap Gubernur.
Eppy menerangkan, karena sebanyak 40 persen beras Sumsel dikirim ke luar, maka untuk safety stock (mengamankan stok) pemerintah memasukkan sekitar 20 persen beras dari luar Sumsel seperti dari Pulau Jawa dan lainnya. “Kita boleh jual beras kemana-mana tapi stok kita harus cukup,” kata dia.
Menurutnya, Sumsel akan menyuplai beras jika daerah di luar Sumsel membutuhkan beras akibat gagalnya panen di daerah tersebut. “Setiap tahun memang lebih kurang 40 persen dikirim ke luar Sumsel, tapi itu tergantung juga, kalau daerah itu panennya sedang bagus, mereka pasti mengurangi permintaan beras dari luar daerah mereka. Tapi, akhir-akhir ini kan banyak yang gagal panen karena anumali cuaca, sehingga mereka minta ke provinsi yang masih surplus termasuklah Sumsel,” jelas dia.
Untuk mengamankan persediaan beras, pihaknya kata Eppy, juga telah berkoordinasi dengan para distributor, untuk meningkatkan lagi stok paling tidak hingga panen raya beberapa bulan mendatang.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, dan Holtikultura (TPH) Provinsi Sumsel, Hj Nelly Rasdiana, melalui Kepala Bidang Produksi dan Tanaman Pangan Dinas Pertanian TPH Sumsel, Antoni Alam menambahkan, kebutuhan beras di Sumsel hanya 900 ribu ton, jika produksi tahun 2010 sama dengan tahun 2009 yang mencapai 3,1 juta ton beras, maka beras Sumsel akan surplus, apalagi jika produksi tahun ini meningkat hingga 6 persen.
“Kalau kita lihat dari realisasi tanam, sasaran produksi kita bisa mencapai enam persen lebih, namun dengan catatan kondisi cuaca normal dan tidak ekstrim lagi, sehingga mudah-mudahan akan ada panen lagi di Oktober dan November mendatang,” kata dia.
agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s